Tak ada Geng Tancho

Tarik ulur antara kubu Puan Maharani dan Jokowi di internal PDIP kian santer terdengar menjelang penetapan cawapres. Kabarnya ada ‘geng Tancho’ yaitu para pembisik di sekeliling Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP itu yang selalu mengusik Jokowi.

‘Geng Tancho’ kini menjadi buah bibir di internal PDIP, sebagai sebutan untuk ring 1 Puan Maharani. Istilah ‘geng Tancho’ untuk menggambarkan pria-pria klimis di sekeliling Puan Maharani. ‘Tancho’ adalah merek minyak rambut legendaris berwarna hijau bening dengan wangi yang sangat khas yang kerap dipakai pria klimis.

Perbedaan pendapat antara kubu Puan Maharani dan Jokowi sebenarnya sudah terjadi sejak Jokowi belum ditetapkan sebagai capres PDIP. Kala itu elite PDIP di sekeliling Puan terus mendorong pencapresan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Konon Mega bahkan menetapkan Jokowi sebagai capres PDIP tanpa bicara terlebih dahulu dengan Puan dan ‘geng Tancho ini’.

Setelah pencapresan Jokowi tak bisa digoyang, kubu Puan terus bermanuver. Puan didampingi ‘geng Tancho’ terus melakukan komunikasi koalisi, kabarnya juga meramu cawapres serta kabinet tanpa mengajak bicara Jokowi. Seperti pertemuan Puan dan ‘geng Tancho’ dengan Ketum PAN Hatta Rajasa sehari sebelum Pileg digelar.

Manuver ‘geng Tancho’ pun terus berlanjut. Puan Maharani sukses membuat ibunya, Megawati, tak memberikan tugas ketua tim pemenangan Pilpres ke Jokowi. Konon ‘geng Tancho’ juga sedang mendorong duet Jokowi-Puan ke Pilpres 2014.

Menanggapi hal ini Puan Maharani hanya tertawa kecil. “ Apa itu geng Tancho ? “ .Ia menegaskan tidak ada geng geng. “ Semua boleh saja mengklaim pembisik saya, tapi keputusan tetap ditangan saya berdasarkan persetujuan Ibu sebagai Ketua Umum. Menurut Puan. Dinamika politik menjelang Pilpres saat tinggi, sehingga ada saja suara suara yang tidak senang melihat kebangkitan PDIP setelah 10 tahun menjadi oposisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.