Tetap Makan Nasi Tapi Bobot Pemuda ini Turun 20 Kg dalam 4 Bulan

Serang – Punya berat badan berlebih di usia remaja sering dikaitkan dengan risiko obesitas dan berlanjut menjadi risiko beberapa penyakit seperti sakit jantung dan diabetes. Kondisi ini yang disadari betul oleh Akmal Alfarizi (15), hingga akhirnya ia memutuskan untuk berdiet.

Berikut penuturan remaja asal Serang, Banten, ini kepada detikHealth tentang keberhasilannya menurunkan berat badan dari 91 kg menjadi 71 kg dalam 4 bulan, seperti ditulis pada Jumat (2/5/2014):

Di usia saya yang baru menginjak 15 tahun, dengan tinggi badan 168 cm dan berat badan 91 kg saya sudah termasuk kategori obesitas. Memiliki badan yang besar tentu membuat saya kesulitan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Saya mudah lelah dan terkena penyakit. Saya sering merasa sesak napas dan bertekanan darah tinggi. Saya tahu bahwa semua itu akibat pola hidup saya yang buruk.

Saya sering mengonsumsi makanan cepat saji, jarang berolahraga, dan menonton televisi sambil ngemil makanan yang tidak sehat seperti gorengan dan makanan manis. Padahal dokter sudah menyarankan saya untuk menurunkan berat badan, tetapi saran tersebut tidak saya pedulikan. Sampai akhirnya saya jenuh dengan badan saya dan memutuskan berdiet.

Awalnya saya melakukan diet dengan sangat ketat, yaitu dengan mengurangi porsi makan. Pagi hari saya sarapan setengah porsi nasi kuning atau nasi uduk. Lalu menjelang sarapan saya akan makan buah apel sebagai camilan. Pada siang harinya saya hanya makan sayuran yang direbus saja. Sore harinya saya hanya mengonsumsi bubur gandum dan satu sendok madu. Saya tidak makan berat setelah jam 7 malam. Setiap hari saya melakukan olahraga lompat tali pada sore hari.

Bobot tubuh saya turun 3 kg dalam satu pekan. Tetapi menurut informasi yang saya baca, penurunan berat badan yang sehat maksimal adalah 1 kg dalam sepekan. Jadi saya pun mengubah pola diet yang saya terapkan.

Sarapan saya tidak berubah sama seperti sebelumnya. Untuk makan siang saya ganti menjadi nasi dengan sayur tumis, tahu, dan tempe. Sore harinya saya makan nasi, sayur tumis, dan ayam bakar. Olahraga yang saya lakukan masih sama yaitu lompat tali.

Akhirnya bobot tubuh saya turun 1 kg dalam sepekan berikutnya. Saya teruskan pola diet seperti ini selama 4 bulan dan bobot saya sudah turun sebanyak 20 kg. Setelah diet saya tetap melakukan pola hidup sehat yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat dan diimbangi dengan olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.