Indonesia beli daging sapi dan jual daging ayam

Makan rendang, daging sapinya dari Australia. Di Jepang makan karage dan yakitori, ayamnya dari Indonesia • Foto: Jeremy Wordsworth/Wikimedia Commons

Makan rendang, daging sapinya dari Australia. Di Jepang makan karage dan yakitori, ayamnya dari Indonesia • Foto: Jeremy Wordsworth/Wikimedia Commons

Ramadan dan Lebaran sudah lewat. Tapi isu daging masih menarik karena tak semua dan tak setiap orang Indonesia adalah vegetarian maupun vegan. Awal bulan ini (8/8/2014) pintu gulung impor daging sapi ditarik ke atas untuk Australia karena Badan Kordinasi Penanaman Modal (BPKM) dan Menteri Pertanian Australia Barnaby Joyce bersepakat di Queensland.

Joyce kepada Kontan mengatakan, “Akan ada keuntungan ekonomi yang mengalir kepada kedua belah pihak…”

Kuartal ketiga 2014 Indonesia sudah mematok kuota impor 167.000 ekor sapi dari Australia. Untuk Lebaran kemarin, sudah 150.000 ekor disembelih. Sisanya, sekitar 27.000 ekor, mana cukup? Makanya perlu ditambah.

Selama 12 bulan, sebelum April 2014, Indonesia sudah ambil 93.874 ekor sapi dari Australia. Jumlah segitu naik 45% dari periode sebelumnya.

Produk ayam Rp2,4 triliun

Nah selain impor daging sapi, dalam rupa sapi hidup, ada kabar daing ayam. Indonesia membidik 10 persen pasar Jepang. Bukan akan mengekspor ayam hidup maupun daging ayam melainkan produk ayam. Targetnya sih US$200 juta (Rp2,3triliun).

Di Jepang, kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, yang bekas Dubes RI untuk Jepang itu, pasar karage dan yakitori adalah US$2 miliar per tahun.

Selama ini produk ayam dalam negeri surplus terhadap kebutuhan domestik.

Si emoh datang, si petok-petok pergi. Khusus untuk sapi, kira-kira bisa jadi mainan partai lagi atau tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published.