Ahok akan menyita rumah rumah di Menteng

menteng 1Ternyata ada 1200 rumah di daerah Menteng, Jakarta pusat yang bermasalah. Bangunan mewah peninggalan Belanda yang sebagian besar sudah berubah bentuk bakal disita Pemprov DKI Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang ngetop disapa Ahok, meradang setelah mengetahui kalau aset milik pemprov banyak yang tidak jelas.

Setelah dicek ternyata ada 1.200 rumah peninggalan Belanda di kawasan Menteng, Jakpus yang tidak memiliki sertifikat. “Saat ini rumah-rumah itu dihuni oleh para pejabat, artis, politisi hingga pengusaha,” terang seorang pejabat DKI yang namanya enggan disebutkan, kemarin.

Sekda DKI Jakarta Saefullah tidak membantah kalau ribuan rumah di kawasan Menteng tidak memiliki sartifikat. Bahkan, rumah mewah itu sudah puluhan tahun tidak ada surat-suratnya. Saefullah menjelaskan, penghuni rumah hanya mengurus surat izin penghunian (SIP) jika ingin menempati ke Dinas Perumahan. Setiap dua tahun sekali, pemegang SIP tersebut harus memperpanjang kembali di Dinas Perumahan.

Dia menilai proses sertifikasi tidak mudah. Alasannya, semua rumah sudah ada yang menempati. “Lihat saja nanti hasil pembahasannya seperti apa,” pungkas dia. Sebagaimana dikutip dari nonstop-online.com rapat pimpinan (Rapim) yang dihadiri oleh seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI beserta perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) berlangsung tegang. Ahok tidak akan tebang pilih dan bakal menyita seluruh rumah peninggalan Belanda itu menjadi milik pemprov.

Menteng 2Berdasarkan sejarah, daerah Menteng pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah Menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung Menteng.
Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut Menteng.
Seorang makelar rumah di Menteng, menyatakan, pasaran harga properti bisa mencapai Rp 75 miliar. Di kalangan pengusaha, artis hingga politisi tinggal di Menteng. Harga mahal tidak pengaruh. Toh, selalu ada yang mengincar rumah rumah di Menteng.

Tagged with

Leave a Reply

Your email address will not be published.