Belajar memahami Trio Macan: asal tuding, bunuh, jadikan martir

Kicauan akun Trio Macan (@TM2000Back) di Twitter, 21 Agustus 2014

Kicauan akun Trio Macan (@TM2000Back) di Twitter, 21 Agustus 2014

 

“Membalas kekalahan adalah sebuah kenikmatan … Memberi kita motifasi dan energi yang abadi ..,”
(kicauan Trio Macan).

Trio Macan yang mana? Bukan yang trio penyanyi yang muncul pada 2006 itu tentunya, tapi yang punya akun Twitter TM2000Back – ini akun pengganti @TrioMacan2000. Menarik melihat kicauan akun berpengikut 197.000-an itu setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.

Kicauan tadi bisa merupakan kicauan terpisah, entah tentang apa. Bisa juga bagian dari serial kicauan lainnya. Sebelumnya sang macan menulis, “Jika jumlah suara yang dijadikan dasarnya.. Kenapa tidak penjahat yang jadi pemimpin di penjara ?

Tanggapan dari akun @margareth_barba, “terkadang kita memperdebatkan masalah yg tak mgkn kita debatkn jika kita berada d posisi berseberangan.”

Sebelumnya ada pula balasan untuk macan dari akun @RinaRinachza, “lebih baik sampaikan bukti jokowi pki ke pengadilan. Bukankah syarat jadi capres bkn pki.

Ah, apa pula ada tanggapan membawa-bawa PKI?

Cina, PKI, pribumi…

Salah satu isu yang disukai macan dalam menyerang Jokowi adalah Cina, pribumi, PKI, Islam. Isu dalam arti disebut-sebut dan dibuat saling bertaut.

Yang baru adalah, “Kepada pribumi indonesia, jgn pernah menyerah… Kita kobarkan perang suci, merebut indonesia kembali. Usir cina dan PKI ! Merdeka !!

Sebelumnya adalah, “Paket Jokowi-Ahok sdh direncanakan sejak 2008. Tujuan: mengembalikan kejayaan katolik dan cina. memarginalkan islam di indonesia.”

Tebaran kata dalam isu ini ada dalam kicauan macan, sejak sebelum MK memutuskan untuk menolak gugatan Prabowo-Hatta, rival Jokowi-Kalla. Jadi silakan Anda cari sendiri, akan mudah Anda temukan. Beberapa simpul Chirpstory juga menyediakannya. Misalnya yang ini.

Kicauan lagi dari macan, tentang ke-PKI-an Jokowi, muncul dalam gambar tangkapan layar yang kemudian menjadi ilustrasi artikel ini:

Ajakan berperang

Yang baru, dalam arti menurut tinjauan urutan waktu pasca-kekalahan Prabowo-Hatta di MK, adalah ajakan perang dari macan. Tentu bukan perang melawan Prabowo. Melawan siapa? Kadang tak spesifik disebut karena teks Twitter terbatas.

Selain kuota teks juga karena tak semua serial kicauan ditandai dengan tagar/hashtag. Sasaran ajakan perang yang spesifik misalnya ini, “Jadikan perang anda menjadi perang suci .. Anda pasti akan temukan Jokowi cs sebagai musuh yang mudah dikalahkan ..

Yang tak spesifik, namun terbuka untuk tafsir sebagai bagain dari simpul untaian pesan ajakan berperang, misalnya ini, “Lebih berguna seorang jenderal yang payah…daripada dua orang jenderal yang baik..” .

Dalam kicauan ajakan perang ini ada yang seperti ini, “Jika anda belum temukan siapa pengkhianatnya. Tuding orang disampingmu. Hukum mati dia sbg pengkhianat. Jadikan dia martir perjuangan !” (tanda titik adalah dari redaksi). Aslinya ini:

Siapa Trio Macan?

Terdapat banyak spekulasi siapa di balik akun @TrioMacan2000 maupun @TM2000Back. Salah satu info yang tak berspekulasi, tapi tak membuka semuanya, adalah tulisan Dian Paramita dalam blognya, yang menceritakan pertemuannya dengan admin akun (saat itu) @TrioMacan2000.

Beberapa tahun lalu Tempo juga pernah mengungkap pertemuannya dengan salah satu admin macan. Terceritakan dalam laporan, narasumber menunjukkan bukti sebagai admin dengan login pada layanan web Twitter sehingga bisa membuka dasbor @TrioMacan2000. (Maaf tautan laporan Tempo belum ditemukan).

Tapi siapa dia atau mereka, termasuk konten forum dan blog yang menyebut nama dan foto orang, secara skeptis belum dapat sepenuhnya diterima sebagai bukti nyata. Tentang pemeriksaan polisi tempo hari, terhadap salah satu terduga admin macan, pun belum kuat sebagai bukti.

Menyebut si A, B, C, sampai Z, sebagai Trio Macan tapi tanpa disertai bukti yang siap dipertanggung jawabkan di pengadilan itu berpeluang disebut fitnah. Apakah kicauan macan itu semuanya dijamin bukan fitnah atas nama kebebasan berpendapat? Orang lainlah yang akan menilainya.

Dalam fitnah-memfitnah ada adagium, “Kalau tak dibantah berarti benar.”
Turunan adagium, “Kalau sudah dibantah ya sudahlah, bukan tugas saya menyebarkan bantahan.”
Turunannya lagi dari adagium sebelumnya, “Kalau jumlah pembaca bantahan tak sebesar pembaca isi tuduhan, itu masalah pembaca, bukan masalah saya.” *

Fakta tentang macan yang bisa dipegang adalah bio dalam Twitter: “Akun Komunitas Intelijen…” Komunitas? Dari sisi aspek bahasa bisa ditafsirkan bahwa isinya lebih dari seorang, baik sebagai admin maupun bukan. Sedangkan intelijen adalah dunia tertutup namun kadang dibuat seolah terbuka. Jadi siapapun bisa menyebut-nyebut intelijen tanpa bantahan maupun pembenaran dari yang disebut.

Lalu apa motif kicauan macan selama ini? Untuk apa dan siapa? Dalam bio sudah disebut, “Utk Pencerahan Rakyat dan Bangsa.” Gratis? Bayar? Tak disebut dalam bio maupun kicauan – bukankah akun lain, yang melontarkan kicauan berbayar untuk aneka produk, juga tak mengungkapkan soal uang dalam bio dan kicauannya?

Sebagai sosok, macan yang di Twitter maupun dangdut itu sama: bisa besar karena pasar. Dalam pasar ada penggemar. Orang bisa menyukai Trio Macan yang penyanyi dengan alasan yang sangat personal dan bukan musikal, misalnya karena goyangnya menghibur dalam arti aneh dan lucu.


Video: Trio Macan lain yang muncul lebih awal dan lebih dulu tenar, 2006, dalami dunia hiburan rakyat

*) Opini penulis, bukan fakta; itupun hanya mengutip  orang lain.

  1. heran, masih ada orang yang percaya dengan bualan trio macan.

    Reply
    • @Sarah,
      Memang masalah bukan pada si subjek tapi pada penggemar.
      Dalam hal penggemar itu, alasan orang menjadi pengikut macan ada 3.
      1. Ingin tahu opini/info yang lain, yang berbeda, sehingga mem-follow atau memasukkan ke list atau tidak melakukan dua langkah itu tapi memantau terus

      2. Memang percaya dan beriman kepada macan, apa yang diharapkan itulah yang dipercaya (dalam hal ini informasi). Kalo misaknya suka rokok dan kopi maka semua info “positif” akan saya percaya apalagi kalo merujuk laporan medis (meskipun gak ada buktinya, misalnya link dari web yang kredibel)

      3. Orang yang temporer saja nenengok tweets macan karena melihat respons orang lain misalnya teman

      Lalu mana yang terbanyak dari kategori 1, 2, 3? Hehehehehhhhhh tebak dong.

      Reply
  2. […] »»» Arsip terkait: Belajar memahami TrioMacan: asal tuding, bunuh, jadikan martir […]

    Reply

Leave a Reply to Sarah Cancel Reply

Your email address will not be published.