Kenapa wanita doyan belanja? Karena warisan purba

Perbedaan pria dan wanita dalam berbelanja itu hasil endapan pengalaman ribuan tahun

Perbedaan pria dan wanita dalam berbelanja itu hasil endapan pengalaman ratusan ribuan tahun

Tahun 2013 ada survei pola perilaku berbelanja di Inggris. Hasilnya menurut Psychology Today Februari lalu adalah… dalam 26 menit pria sudah bosan berbelanja, padahal wanita masih betah beli dan lihat-lihat selama 2 jam.

Menurut antropolog, jawabannya ada pada kultur. Selama ratusan ribuan tahun samai 8000 SM, sebelum mengenal pola hunian menetap dan bercocok tanam, masyarakat mempertahankan kedaulatan pangan dengan membagi pekerjaan secara seksual.

Tugas pria berburu binatang. Tugas perempuan mencari dedaunan, buah, dan umbi-umbian di hutan tempat tinggalnya.

Begitulah pola itu berlangsung karena mereka belum mengenal seni memasak selain makan mentah dan paling jauh membakar umbi dan daging.

Naluri itu diwarisi terus dalam kehidupan modern. Pria maunya langsung dapat barang dalam berbelanja. Pokoknya efisien. Di jaman internet ini spesifikasi dan harga bisa dipelajari di rumah.

Dulu pada masa berburu, nenek moyang pria maunya juga efisien. Kalau buruan dibiarkan terlepas maka harus mengulangi lagi dari awal, bahkan kalau terpaksa garus mengulangi fajar atau malam sesuai kebiasaan target buruan (artinya harus menginap lagi).

Juga dulu, para perempuan punya waktu membanding-bandingkan pucuk daun dan buah yang takkan lari. Ditinggal dulu tidak masalah, buat melihat alternatif lain, nanti kalau tak ada alternatif bisa balik ke daun dan buah pertama.

Di alam modern ini, dalam toko-toko di mal pastinya, naluri perempuan dalam hutan masih bertahan. Lihat dulu daun dan pohon, bandingkan, jangan keburu memetik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.