Buah simalakama: bayar tebusan atau tidak kepada ISIS

Almarhum jurnalis James Foley saat bertugas di Aleppo, Suriah, Agustus 2012 • © Nicole Tung - freejamesfoley.org

Almarhum jurnalis James Foley saat bertugas di Aleppo, Suriah, Agustus 2012 • © Nicole Tung – freejamesfoley.org

Mau disebut ISIS maupun IS, di Irak atau Suriah, cara mereka tetap sama: menahan lalu menyendera orang untuk meminta uang tebusan.

Karena pemerintah Amerika Serikat tak mau memenuhi tuntutan 100 juta euro (Rp1.546.724.000.000), maka leher jurnalis Amerika James Foley, sebagai tawanan dan sandera, pun digorok oleh IS.

Selain Amerika Serikat, pemerintah Barat yang menolak bayar tebusan adalah Inggris. Bahkan mereka mengancam perusahaan yang ingin membatar tebusan agar karyawannya dibebaskan oleh IS.

Di satu sisi ketidakmauan pemerintah tampak egoistis, tak hirau nasib warganya. Namun di sisi lain, membayar uang tebusan berarti mengongkosi teroris dan akan jadi permainan berulang.

Di Suruah diperkirakan ada 20 jurnalis Barat yang masih ditahan sekaligus disandera. Demikian menurut CNN.

Menyandera jurnalis dan turis, lalu minta tebusan, adalah bisnis jutaan dollar Amrik. Begitu kesimpulan Scott Stewart, wakil dirut Stratfor, perusahaan jasa keamanan global yang bermarkas di Austin, Texas, kepada USA Today.

Leave a Reply

Your email address will not be published.