Inilah masalah hukum Hendra, si OB yang dijadikan direktur itu

Hendra Saputra • Foto: Hukumonline.com

Hendra Saputra • Foto: Hukumonline.com

Beritakabar.com | Hari ini (Rabu 26/8/2014) seorang office boy bernama Hendra Saputra divonis oleh Pengadilan Tipikor Jakarta 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta (kalau tak bayar akan dikurung 1 bulan). Adilkah itu? Marilah kita lihat ringkasan fakta.

Masih vonis tingkat PN. Hendra dan pengacaranya bisa naik banding.

Kesalahan Hendra yang terbukti: melakukan tindak pidana korupsi, yaitu secara sadar menandatangani penawaran PT Imaji Media (pengerjaan videotron tahun 2012) dan kwitansi pembayaran uang muka dari kontrak.

Secara hukum Hendra yang tamat SD adalah Direktur PT Imaji Media. Selaku direktur dia harus mempertanggungjawabkannya. Bahwa sebagai office boy dia hanya diperalat oleh bosnya, Direktur PT Rifuel Riefan Avrian, itu soal lain.

• Ketua majelis hakim Nani Indrawati memvonis Hendra untuk memberikan pelajaran kepada orang lain agar berani menolak perbuatan melawan hukum

• Menurut Nani Indrawati, “Terdakwa bertindak ceroboh dengan bersedia melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya hanya dengan alasan takut kehilangan pekerjaan.”

• Namun anggota majelis hakim Sofialdi menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion), “Unsur melanggar hukum tidak terbukti, maka unsur berikutnya tidak perlu dipertimbangkan lagi. Maka harus dibebaskan dari dakwaan primer.”

• Ada satu jerat hukum yang Hendra lolos yaitu Pasal 18 UU Tipikor untuk mengganti rugi Rp19 juta. Uang itu dia terima sebagai bonus, sama seperti teman sekerjanya juga menerima, sehingga tidak layak diperkarakan.

Sumber a.l.: Kompas, JPNN, Bisnis Indonesia

Pembahasan sebelumnya: Kisah OB yang jadi direktur boneka

Leave a Reply

Your email address will not be published.