Fakta Salam Gigit Jari seputar kabinet Jokowi

Facial expression

Ilustrasi: Salam Gigit Jari • Foto: humintell.com

Beritakabar.com | Salam Gigit Jari bisa berarti dua. Pertana, pelesetan untuk Salan 2 Jari era kampanye Jokowi-Kalla. Kedua, ledekan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), anggota kaolisi Jokowi, tentang jatah menteri.

Benarkah itu ucapan Cak Imin? Awalnya adalah pernyataan sang ketua di kantor DPP PKB, Jakarta (Selasa 26/8/2014), “Pak Jokowi belum pernah menawari. Arah kabinet itu murni dari Jokowi-JK, jikalau tidak ditawari, tidak mau dianggap berharap, enggak enak.”

Seorang kader entah siapa itu nyeletuk, kalau PKB tak dapat jatah kursi kabinet berarti Salam 2 Jari menjadi Salam Gigit Jari. Cak Imin tertawa sambil mengulangi istilah itu. Media menyebarluaskannya.

Masihkah kursi menjadi incaran? Bagi anggota koalisi Jokowi (PDIP, 109 kursi; PKB, 47; Nasdem, 35; Hanura, 16) hal itu tak dinyatakan secara resmi dan terbuka kepada publik karena sejak awal Jokowi bertekad tak akan membagi—bagi kekuasaan.

Malah tentang Salam Gigit Jari, Cak Imin katakan, “Abaikan saja dan tidak perlu diolah informasinya secara serius karena pemilihan menteri merupakan hak prerogatif presiden yang tidak bisa diganggu gugat. Jadi kami percayakan sepenuhnya pada Pak Jokowi.”

Benarkah tak ada pamrih kursi? Hari ini (31/8/2014) Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menegaskan, “Kami akan menyerahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih siapa yang akan menjadi menteri. Karena sejak awal NasDem telah memberikan dukungan tanpa syarat.”

Hal itu dia katakan di Surabaya, di sela pembukaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ada yang menarik? Lelucon di Twitter. Belum jelas kapan bikin akunnya, tapi akun @SalamGigitJari sudah berkicau tiga kali, yang pertama 27/8/2014. Akun itu punya 36 pengikut.

Sumber a.l.: Tempo, Suara Pembaruan, Okezone

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.