Ini lho masalah Flo: warga Jogja mereda, giliran Polda meradang

Salah satu meme yang memperolok Flo • Hak cipta tidak diketahui

Salah satu meme yang memperolok Flo • Hak cipta tidak diketahui

Beritakabar.com | Florence Sihombing (26) akhirnya ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY Sabtu (30/8/2014). Dia menjadi tersangka pelanggar* UU ITE dan KUHP melalui Path.

Hari ini (31/8/2014) Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari menyesalkan tindakan polisi. “Polisi harusnya melakukan mediasi karena kejahatan Flo tidak ada karakter bahaya, baik secara sosial maupun politik,” katanya.

Apa masalahnya? Gara-gara menulis di Path, “Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja”, Flo membuat warga Jogja kesal. Respons negatif bermunculan, termasuk meme berisi olok-olok.

Pangkal soal: motor Flo menyerobot antrean mobil di SPBU dan ditolak, lalu pengantre lain menyorakinya. Dia jengkel karena merasa berhak dan mampu membeli Pertamax 95 tapi tak dilayani. Padahal masalahnya adalah antrean motor berbeda dari mobil dan di antrean manapun orang tidak boleh menyerobot.

Kenapa warga kesal? Karena mengetahui isi Path bukan langsung dari laman Flo melainkan capture yang disebarkan oleh sejumlah orang. Kekesalan bertambah karena informasi juga berbiak. Bukan sekali ini Flo, perempuan dari Medan, Sumut, yang kuliah notariat di FH UGM, melontarkan tulisan negatif terhadap Jogja.

Flo sudah minta maaf, bukan? Ya, benar. Dia membuat pernyataan maaf secara terbuka (28/8/2014) dan berjanji takkan mengulangi. Bahkan Dikson Siringoringo Situmorang, Waket KNPI DIY, atas nama warga Batak juga menyampaikan permohonan maaf.

Lalu kenapa Flo ditahan tapi orang Jogja malah menyesalkannya? Karena sejumlah kelompok warga mengadukannya kepada polisi maka polisi memeriksa Flo. Selama pemeriksaan,  polisi berkesimpulan Flo berbelit-belit.  Malah Flo, menurut Kombes Kokot Indarto dari Polda DIY, minta tindakannya dianggap selesai. Untuk memahami Flo, Polisi akan meminta bantuan budayawan, ahli bahasa, dan ahli kejiwaan. Maka Flo harus ditahan dulu.

Bagi Muhammad Suhud, Ketua Paguyuban Seksi Keamanan Keraton (Paksi Keraton), tindakan Flo tak perlu ditanggapi berlebihan. “Kalau nggak nyaman ya nggak usah tinggal di Yogya.” Lalu Agung Nurharjanto dari Sekber Keistimewaan memandang Flo sudah minta maaf sehingga sanksi sosial sudah cukup.

Hari ini seniman Butet Kertaradjasa mengirim SMS ke Kapolda DIY dan isinya dia sebarkan,

“Sbg warga yogya yang mencintai kepolisian saya pengin mengingatkan, mbok Florence Sihombing dibebaskan aja. Penahanan ini bener2 kontraproduktif dan mencoreng citra kepolisian dan kearifan warga yogya. Sangat memalukan pak. Sungguh.”

——————

*) Ini sangkaan terhadap Flo: melanggar Pasal 27 ayat jo pasal 45 ayat 1, Pasal 28 ayat jo Pasal 45 ayat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia juga dianggap melanggar Pasal 310 dan atau Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sumber antara lain: Kompas, Merdeka, SoloPos

Leave a Reply

Your email address will not be published.