Jero Wacik menapuk air di dulang

Tuan_Jero_Wacik

Beritakabar.com | Masalah bagi partai sebetulnya soal aib. Menepuk air di dulang terpercik muka ketua dewan pembina. Jero Wacik (56) melanggar pakta integritas. Itu kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua, kemarin (3/9/2014).

Maka ketika KPK menetapkan Menteri Jero Wacik sebagai tersangka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan kaget. Bukan SBY sendiri yang mengatakannya tapi Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, melalui pesan singkat untuk media, kemarin, “Berita ini membuat Presiden terkejut.”

Siapa Jeo Wacik? Jabatan saat ini adalah Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merangkap Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat. Untuk kursi DPR 2014-2019, Jero Wacik menjadi wakil Demokrat dari Bali.

Apakah dia tetap akan dilantik sebagai anggota DPR? Menurut KPU masih bisa dilantik. Bila menujuk Pasal 50 ayat 1 UU MD3, caleg terpilih dapat diganti/dibatalkan apabila (a) meninggal dunia, (b) mengundurkan diri, (c) tidak lagi memenuhi isyarat untuk menjadi anggota DPR, dan (d) terbukti melakukan tindak pidana pemilu berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Dari sisi partai apa saja kesalahannya? Jika melihat Pakta Integritas berisi 10 pasal, yang dicanangkan oleh SBY (10/2/2013), Wacik berkemungkinan diduga melanggar pasal-pasal ini:

• Pasal 5: Sebagai kader Partai Demokrat saya akan senantiasa patuh dan taat pada konstitusi, hukum dan aturan yang berlaku, sebagai cerminan sikap pada warga negara yang baik dan kader partai yang amanah dan tanggungjawab.

• Pasal 7: Sebagai pejabat publik saya akan mencegah dan menghindarkan diri dari perbuatan korupsi, suap, asusila, narkoba dan pelanggaran berat tersebut. Bila saya tersangka, terdakwa dan terpidana sesuai dengan kode etik saya siap menerima sanksi yang ditetapkan dewan kehormatan.

Apa konsekuensinya jika Wacik terbukti melanggar Pakta Integritas? Lagi-lagi merujuk ke pakta tersebut karena sudah mengatur sanksinya dalam bentuk ikrar.

• Pasal 8: Bila saya ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa atau terpidana dalam kasus korupsi saya bersedia mengundurkan diri dari jabatan saya di Partai Demokrat dan siap menerima sanksi pemecatan dari dewan kehormatan partai.

• Pasal 9: Sebagai pejabat negara dan publik serta sebagai bentuk dukungan saya terhadap gerakan pemberantasan korupsi saya bersedia menyerahkan data kekayaan saya kepada Dewan Kehormatan Partai Demokrat beserta NPWP saya.

Anas Urbaningrum • Foto: Bisnis Indonesia

Siapa lawan politik di Demokrat yang girang? Sejauh tak ada yang bersorak. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang duluan diciduk KPK dan menjadi terdakwa tipikor, dan dulu berseberangan dengan Wacik, hanya bilang, “Ada yang mengatakan nanti pada waktunya Jero akan kena karmanya.”

Anas sebelum ditahan (Februari 2013) pernah menyebut Wacik sebagai Patih Sengkuni karena kubu Wacik menuntutnya mundur dari jabatan ketua partai.

Dirangkum dari berbagai sumber, yang spesifik ada dalam links | Hak cipta foto asli dalam ilustrasi belum dapat dipastikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.