Seisi kampung di Bogor mengancam rentenir

Ilustrasi • CC0 1.0 Universal (CC0 1.0) - Pixabay / vandermerwejolene9

Ilustrasi • CC0 1.0 Universal (CC0 1.0) – Pixabay / vandermerwejolene9

Ada spanduk melintang di mulut gang. Isinya, “Bank Keliling dan Rentenir Dilarang Masuk…” Ada ancaman sanksi. Pakai hukum adat. Polisi tak mau ada main hakim sendiri.

rentenirBeritakabar.com | Kampung Kaumsari Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor, Jabar, sudah menyiapkan “sanksi tegas adat setempat” untuk rentenir. Belum jelas apa bentuknya. Hari ini (4/9/2014) spanduk ultimatum dan cerita di balik itu disiarkan oleh Pos Kota. Berikit cuplikannya…

Pengurus wilayah geram, karena akibat terjerat rentenir, ada warga yang hidupnya tertekan akibat di teror dan diancam, rumahnya akan disita.

Namun bagi Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Candra Sasongko, akan lebih baik jika warga menyerahkan masalahnya kepada polisi.

“Bagus warga berperan aktif dalam menolong sesama. Tapi jangan main hakim sendiri. Spanduk yang melarang rentenir masuk wilayah mereka sah-sah saja. Spanduk itu kan peringatan saja,” kata Candra.

Pak Polisi itu mengingatkan bahwa yang namanya rentenir itu termasuk tukang kredit, yang keluar-masuk kampung menjual barang kebutuhan rumah tangga dan pakaian secara kredit.

Kemudian Candra berpesan, “Jika ada warga yang menangkap rentenir, serahkan ke polisi. Kami akan beri dia efek jera.”

Dua tahun lalu Kompas mengabarkan bahwa Bupati Bogor Rachmat Yasin meminta para kades menangkap rentenit. “Biar pihak berwajib itu yang mengurus selanjutnya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.