Nikah setelah 3 hari keluarga pria disandera calon besan

Ilustrasi • Foto: Wikimedia  Commons

Ilustrasi • Foto: Wikimedia Commons

Mau atas nama cinta atau bukan, yang namanya pernikahan harus mau sama mau. Seolah punya gawe, polisi menikahkan pasangan di mapolsek.

Beritakabar.com | Mestinya Senin 1 Agustus lalu AN (entah berapa usianya) menikahi SR (18) di sebuah kampung di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pada hari H AN tidak nongol. Berjam-jam penghulu dan para tamu menunggu sampai jemu tak muncul juga calon mempelai pria.

Kenapa calon mempelai pria menghilang? Karena dia buron polisi dalam kasus penganiayaan. AN kabur ke wilayah Kabupaten Pinrang. Tiga hari dia di sana.

Kenapa akhirnya dia nongol? Karena dia mendengar orangtua dan adiknya disandera keluarga SR. Maka pulanglah dia ke Barebbo (4/9/2014).

Bagaimana keluarga AR bisa disandera? Mereka mendatangi keluarga SR untuk maaf atas menghilangnya anak mereka, si AR. Lalu keluarga SR tak membolehkan ayah dan adik AN pulang sebelum calon mempelai itu nongol.

Kenapa menikahnya di kantor polisi, bukan di rumah SR? Tak ada penjelasan selain keterangan Kapolsek Barebbo, Kompol Jasardi, “Memang calon pengantin pria ini terlibat kasus penganiayaan yang ditangani oleh Polsek Barebbo dan setelah ijab kabul selesai AN kami bawa ke Polsek untuk menjalani proses pemeriksaan.”

Juga tidak ada info apakah Kapolsek menyebarkan undangan karena menikahkan orang.

Sumber: TribunNews Bone

Leave a Reply

Your email address will not be published.