Jokowi gagal beli kembali Indosat

Gedung Indosat, Jakarta • Foto: BeritaBuana.com

Gedung Indosat, Jakarta • Foto: BeritaBuana.com

Sejak jadi capres Jokowi ingin buyback Indosat dari perusahan Qatar. Ternyata memang tidak bisa.

Beritakabar.com | Bahkan sejak jadi capres Jokowi ingin Indonesia kembali menguasai saham PT Indosat Tbk. (ISAT). Juli lalu ekonom Fadhil Hasan dari Indef (Institute for Development of Economics and Finance) mengingatkan hal itu sulit. Pekan ini kian jelas bahwa niat itu bakal kandas.

OoredooKenapa niat ini bakal kandas? Karena Ooredo (dulu Qatar Telecom, lalu Qtel) sebagai pemegang saham mayoritas (65%) Indonesat belum mau melepaskan miliknya.

Bagaimana bisa asing memiliki Indosat? Karena saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri (2001-2004) beberapa BUMN ditawarkan kepada korporasi global agar lebih efisien dan kompetitif.

Pada 2002 pemerintah Indonesia menjual 8,10% sahamnya di Indosat kepada publik dan kemudian menjual 41,94% saham kepada Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. (STT).

Pada 2008 (masa pemerintahan SBY) Qatar Telecom (Qtel), melalui Indonesia Communications Limited (ICLM) dan Indonesia Communication Pte. Ltd. (ICLS), mengakuisisi 40,8% saham Indosat. Jadi, saham pemerintah dan publik di Indosat sekarang 14,29% dan 44,90%.

Kenapa Ooredo ogah melepaskan? Jumat lalu (5/9/2014) di Yogyakarta CEO Ooredoo dan Komisaris ISAT Nasser Marafih mengatakan sejauh ini belum ada diskusi dengan pemerintah Indonesia. Bagi Ooredo, Indosat itu strategis. Indosat yang memiliki 60 juta pelanggan menyumbangkan 25% dari pendapatan Ooredo.

Memangnya arti Ooredo itu apa? Dalam bahasa Arab berarti “aku ingin”. Logonya yang dominan merah sih bisa dibaca sebagai “oo-red-oo” dengan dua dot kosong pada awal dan akhir parade bendaran.

Sumber a.l.: Berita Buana, Kontan, Indosat, Ooredo

Leave a Reply

Your email address will not be published.