Masih tak jelas nasib Kaltim Air

Kaltim Air dan Gubernur Kaltim Awang Faroek  saat peresemian (17/8/2011) • Foto: Antara

Kaltim Air dan Gubernur Kaltim Awang Faroek saat peresemian maskapai di Samarinda (17/8/2011) • Foto: Antara (tanpa ijin)

Maskapai penerbangan Kaltim Air berkibar sejak 2011. Menjadi harapan dan kebanggaan pemprov. Kini belum mengudara lagi.

Beritakabar.com | Ada satu topik yang Gubernur Kaltim Awang Faroek enggan membicarakannya, yaitu Kaltim Air. “Saya no coment dulu kalau itu,” katanya beberapa waktu lalu.

Apa itu Kaltim Air? Maskapai penerbangan di Kaltim yang mengudara mulai 17 Agustus 2011, dengan tiga pesawat (1 jet BAe 146-200, 2 Cessna Grand Caravan). Jet melayani rute Balikpapan-Berau-Tarakan-Balikpapan tiga kali sepekan. Dua sisanya , yang berpangkalan di Samarinda dan Tarakan, untuk carteran. Maskapai dibentuk untuk menyibak isolasi daerah di Kaltim.

Siapa pemilik Kaltim Air? Kabarnya saham terbesar milik Pemprov Kaltim yang menggandeng mitra. Namun berapa persen porsi masing-masing belum diketahui. Berapa modal awalnya juga tak jelas, hanya tersiar kebutuhan US$6 juta agar bisa memiliki lima peswat

Kenapa bermasalah? Kaltim Air tak mengudara beberapa bulan setelah peresmian karena belum memiliki Air Operation Certificate (AOC) dan batas minimum jumlah pesawat, padahal mestinya dia punya lima pesawat.

Lalu apa sja yang pernah dilakukan? Pada 2012 Awang Faroek menjajaki kerja sama dengan Cheppy Hakim (mantan KSAU) untuk menghidupkan Kaltim Air namun tak ada kelanjutan. Lantas Pemprov menggandeng Poros Energi (PE) untuk menghidupkan Kaltim Air sebagai imbalan konsesi mengelola Blok Migas Rapak Ganal. Bagaimana kelanjutannya belum jelas.

Sumber a.l.: The Jakarta Post, Tribun Kaltim, NewsBalikpapan

Leave a Reply

Your email address will not be published.