Pesan Kepala BPS untuk Jokowi: sawah jangan jadi rumah

Ilustrasi  konversi lahan sawah • Foto: The Des Moines Register (desmoinesregister.com)

Ilustrasi protes konversi lahan sawah • Foto: The Des Moines Register (desmoinesregister.com)

Jokowi belum dilantik tapi seorang birokrat badan negara sudah wanti-wanti. Hanya iklim demokratis yang memungkinkan itu.

Beritakabar.com | Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin memberikan rekomendasi kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla agar melarang konversi lahan pertanian subur menjadi areal perumahan.

Sawah untuk padi, bukan rumah. Suryamin menyatakan hal itu Kamis (11/9/2014) di Jakarta. “Harus dibuat aturan yang melarang konversi lahan pertanian subur. Jika mau bangun rumah sebaiknya di lahan kering, jangan di kawasan pertanian yang masih produktif dan subur,” ujarnya.

Dia berharap Jokowi-Kalla akan memanfaatkan data Sensus Pertanian 2013 (ST2013) untuk menyusun strategi meningkatkan sektor pertanian.

Sampai 90% orang miskin ada di pertanian. Menurut BPS, penyerapan tenaga kerja di pertanian lebih besar daripada sektor lain: 34,4 persen dari 38,07 juta penyerapan tenaga kerja. Sebagian besar petani berada di bawah garis kemiskinan.

Dalam 28,28 juta orang miskin di Indonesia, mayoritasnya (80-90%) adalah para pekerja sektor pertanian.

Sumber: Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published.