Bos GBL: PSK Kendal bebas dari HIV/AIDS

Kondom warna-warni kadang dengan aneka rasa  • Foto: hal ciptanya tidak diketahui

Kondom warna-warni yang kadang diperkaya aneka rasa • Foto: hal ciptanya tidak diketahui

Kepada Wakil Bupati Kendal Mustamsikin, Ketua Resos GBL Kasmadi mengatakan bahwa PSK di lingkungannya bebas dari HIV/AIDS. GBL adalah sebutan masyarakat untuk Lokalisasi Gambilangu, Kaliwungu, Kendal, Jateng.

Beritakabar.com | Jumlah PSK di GBL sekarang 150 orang, sebelumnya (entah kapan) sampai 260 orang. Itu kata Kasmadi ketika lokalisasinya didatangi rombongan wagub (Selasa 16/9/2014).

Kenapa jumlahnya berkurang? Menurut Kasmadi karena karena bermunculan tempat hiburan alternatif, misalnya karaoke. Tentang asal PSK, mayoritas dari luar Kendal, misalnya Jepara dan Demak (Jateng), bahkan Bandung (Jabar) dan Madura (Jatim).

Yakin PSK di sana bebas HIV/AIDS? Kasmadi mengatakan demikian. Tempat itu dalam sehari didatangi 200-an konsumen. “Setiap hari dibagikan 124 lembar kondom, gratis, itu penting artinya buat kami dan pelanggan agar kesehatan terjaga,” kata Kasmadi.

Bagaimana AIDS di Indonesia? Jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia sampai Juni 2014, menurut Ditjen PP & PL Kemenkes, ada 55.623. Paling banyak pria (29.882), sedangkan perempuan ada 16.092 kasus, namun yang tak diketahui jenis kelaminnya diperkirakan ada 9.649 kasus.

Apa menariknya kasus PSK Kendal? Awal tahun ini Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menjadi sorotan karena menyebut PSK sebagai pahlawan keluarga dan ingin mengganti slogan Kendal Beribadat dengan Kendal Hebat.

“Bisa saja menutup tempat pelacuran, tapi PSK-nya harus diberi pekerjaan dulu,” kata Widya yang dokter itu (Kamis 23/1/2014). Dia tahu, lebih mudah bagi eks-PSK melayani lima konsumen sehari (daripada menjahit) dan langsung dapat uang untuk menghidupi anak.

Kalau soal slogan Kendal, bagi Widya “beribadat”sudah tak tepat karena masih ada pelacuran dan narkoba. “Kalau nanti slogannya diganti dengan ‘Kendal Hebat’, bisa memotivasi orang Kendal untuk bisa menjadi orang hebat. Sebab, orang hebat bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak,” katanya.

| Dari berbagai sumber a.l.: Kompas, Era Muslim, Tribun Jateng, Sprintia

Leave a Reply

Your email address will not be published.