Dilarang menggunakan timbangan plastik

Pemeriksaan timbangan di Banda Aceh (Senin 15/9/2014) • Foto: Serambi Indonesia

Pemeriksaan timbangan di Banda Aceh (Senin 15/9/2014) • Foto: Serambi Indonesia

Sudah terjadi di mana-mana, timbangan rumah tangga untuk dapur dipakai buat berdagang. Padahal melanggar hukum.

Beritakabar.com | Apel dan lengkeng yang Anda beli di warung buah mungkin tak ditimbang dengan benar. Penjualnya menggunakan timbangan non-standar.

Memang bisa dirazia? Kemarin (Senin 15/9/2014) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Aceh mendatangi pedagang di Pasar Peunayong, Banda Aceh. Petugas memeriksa timbangan.

Masih banyak pedangan memakai timbangan plastik untuk rumah tangga. Padahal untuk perdagangan harus memakai timbangan standar yang setahun sekali dikalibrasi.

Apa yang harus dilakukan pedagang? Tentu saja memeriksakan timbangannnya yang standar untuk ditera (dicap).

“Alhamdulillah pedagang kita sudah baik, semuanya jujur, tidak kita temukan yang curang. Kalau pun ada hanya nol sekian persen, itu pun bukan unsur kesengajaan, melainkan timbangan yang dipakai sudah lama,” kata Kadisperindag Aceh Safwan.

Memangnya dari dulu pemerintah mengawasi timbangan? Sejak dulu selalu ada peneraan timbangan. Mungkin hanya pedagang yang tahu. Bahkan di DKI pernah ada selebaran dari Pimprov berisi ayat-ayat pelbagai kitab suci, misalnya Alquran dan Injil, tentang dosa memalsukan timbangan.

Kini beberapa kota mulai menuju Kota Tertib Ukur. Itu program penegakan hukum perdangan untuk melindungi konsumen di beberapa kota. Misalnya Banda Aceh (Aceh), Gianyar (Bali), Semarang (Jawa Tengah), dan Solok (Sumatera Barat).

Sumber a.l.: Serambi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.