Perjalanan ke St.Petersburg ( 2 )

peremuan russia Sambungan dari Perjalanan ke St.Petersburg 1
Kota yang berbatasan dengan Swedia ini berpenduduk 5 juta orang, adalah kota multi etnis. Bisa dikatakan sebuah cermin Soviet masa lalu. Selain etnis Russia, juga berbaur etnis Belarusia, negara negara Baltik ( Latvia, Estonia dan Lithuania ) atau etnis pecahan Soviet di selatan seperti Azerbaijan, Tajikistan, Usbekistan, Kirgistan. Turkmenistan, Kazakhtan dan Armenia. Umumnya etnis asal selatan ini bekerja di level pekerjaan rendah seperti pedagang di pasar, kondektur bus, pelayan dsb.

Harga barang barang atau makanan di St Petersburg tidak terlalu mahal seperti di London atau Stockholm, walau tidak bisa dikatakan murah juga. Namun kita masih bisa menemukan barang barang bagus di pinggiran jalan dengan harga murah. Bahkan kita bisa menawarnya.

Ketika Komunis mengambil alih negeri. St Petersburg diganti namanya menjadi Leningrad. Dikota ini pula revolusi merah 1917 dimulai. Kelak Tsar Nicholas beserta istri dan anak anaknya yang masih kecil ditahan di sebuah kota pedalaman Russia, sebelum akhirnya ditembak.
Cerita tentang bagaimana mereka dieksekusi tentara merah bikin merinding. Seluruh keluarga dikumpulkan, diberi tahu bahwa akan diphoto. Setelah semuanya berpose, tiba tiba masuk tentara yang langsung memberondongkan peluru panas.

Leningrad beberapa kali dikepung oleh invasi asing. Napoleon sampai Nazi Jerman. Semuanya gagal, karena iklim Russia sekitarnya bisa sangat tidak bersahabat ketika musim dingin tiba. Hitler sudah wanti wanti ke Panglima udaranya, untuk tidak menjatuhkan bom ke Hotel Astoria. Ini karena ia sesumbar akan minum champagne kemenangan di hotel ini.
Namun setelah 300 hari pengepungan. Pasukan Nazi Jerman tidak pernah bisa memasuki Leningrad.

Hampir dalam kunjungan ke kota kota lain di dunia, saya selalu menyempatkan melihat museum. Barangkali ini kota yang terbaik didunia dalam hal wisata museum. Mereka memiliki kurang lebih 300 museum. Mulai dari museum arileri, angkatan laut, kapal selam, luar angkasa, lukisan, sampai museum imperium Kekaisaran Russia.
Bandingkan dengan Jakarta yang sebenarnya memiliki potensi. Bangunan yang hampir roboh di kota tua, sebenarnya bisa direnovasi dan dijadikan kawasan museum.
Museum museum umumnya memakai bangunan bangunan warisan masa silam. Gereja gereja sebagian ruangannya dijadikan museum, dan sebagian masih dipakai untuk misa. Seperti St Isaac Chatedral atau The SS Paul & Peter Chatedral. Demikian pula Istana istana bekas dinasti Tsar seperti Istana Musim Dingin – The Hermitage – yang legendaris atau Istana musim panas Peter Hoff – tempat dilaksanakan KTT negara negara G 8 – yang terletak sekitar 50 km luar kota.

Memasuki Istana Hermitage yang luas sekali, kita bisa melihat kejayaan Kekaisaran Russia jaman dulu. Koleksi lukisan lukisan, kristal sampai ruangan atau pavilion yang didisain dengan cita rasa yang tinggi oleh arsitek arsitek berbeda dari Italy, Perancis, Inggris, Russia sampai Belanda. Misalnya untuk lapangan Istana dan ruang tangga yang diarsiteki Fransesco Bartolomeo Rastrelli, ruang singgasana raja dirancang oleh Auguste de Montferrand, ruang Leonardo Da Vinci yang dirancang Andrei Stakenschneider dan banyak arsitek lainnya.

Saya juga mengunjungi Chatedral of Resurrection ( Our Saviour on the spilt blood ) yang dirancang oleh Alfred Parland. Katedral ini menonjol dengan kubah kubah yang indah dengan dekorasi aneka warna gaya Russia tradisional. Arsitek ini justru kontras dengan arsitektur gaya klasik dari gedung gedung di sekelilingnya. Salah satu towernya setinggi 81 meter. Katedral ini dibangun dari tahun 1883 sampai 1907 untuk memperingati Kaisar Alexander II yang meninggal di lokasi itu, karena bom yang diledakan oleh Ignaty Grinevitsky.

mesjid biruYang menarik adalah masjid Biru di St. Petersburg. Mesjid ini dibangun tahun 1913, namun karena berkuasanya komunis, masjid ini dijadikan gudang senjata. Hingga suatu saat Presiden Soekarno melihatnya dalam kunjungan ke kota ini. Dengan kepiawaiannya berdiplomasi, Bung Karno meminta penguasa Soviet agar masjid ini dibuka kembali untuk beribadah.
Menakjubkan. Permintaan ini dikabulkan. Sebuah negeri komunis akhirnya tunduk pada permintaan seorang pemimpin dari negara muslim, untuk membuka masjid itu kembali.

Semua umat Islam di St. Petersburg selalu mengenang jasanya dan sangat berterima kasih kepada almarhum Soekarno.,” ujar Cafer Nasibullahoglu yang sudah puluhan tahun menjadi muft di masjid ini. “ Tanpa Soekarno mungkin masjid indah ini sudah hancur seperti masjid lainnya. Semoga Allah SWT memberikan surga tertinggi baginya,” doa sang Imam sambil mengangkat kedua tangannya.

*bersambung ke Perjalanan ke St.Petersburg 3

  1. […] sambungan dari Perjalanan ke St.Petersburg 2 […]

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.