Suara bola. Suara Rakyat

goalcomTerakhir tim kita berpesta gol, mungkin jaman kesebelasan pelawak artis artis Safari yang dikomandani Eddy Sud melawan tim wartawan PWI, pada jaman orde baru.

Entah itu sepak bola dagelan atau serius, yang jelas banyak gol terjadi. Rata rata penonton tertawa gembira. Puas melihat gol gol yang mudah terjadi. Senang melihat atraksi pelawak ibu kota.

Senin ( 15/9 ) kemarin, Timnas U-23 Indonesia juga menjalani awal yang menggembirakan dalam laga Grup E cabang olahraga sepakbola Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Tidak tanggung tanggung, sebanyak 7 gol dilesakkan tanpa balas ke gawang Timor Leste.
Striker Ferdinand Sinaga mencetak tiga gol di babak pertama lewat hattrick. Kemudian di babak kedua, Indonesia memperbesar keunggulan dengan menambah empat gol menjadi 7-0.

Fandi Eko Utomo yang mencetak gol terakhir pada menit 87 sebelum penalti Alfin Ismail Tuasalamony, gol Novri Setiawan, serta gol keempat Sinaga. Akibat dipermalukan oleh tim Indonesia, membuat pelatih Timor Leste menangis. Ia tak percaya timnya bakal jadi bulan bulanan.

Sementara di media sosial. Semua orang memuji penampilan tim merah putih ini.“ Kejayaan timnas telah bangkit “, “ Indonesia akan mengulang prestasi Asian Games 1986 di Seoul, ketika masuk ke semi final “. Berbagai euphoria telah mempercakapan keberhasilan timnas kita.

Namun tak sedikit yang mencibir. Bukankah mestinya wajar menang dengan tim sekelas Timor Leste. Ada yang bilang “ itu tim tarkam , ya justru malu kalau menang tipis, apalagi seri atau kalah “. Boro boro melawan tim Asia Timur atau Arab. Mereka berharap, tunjukan dengan hasil dengan melawan tim sekelas Thailand misalnya.

Ini mungkin bentuk keputusasaan masyarakat tentang timnasnya yang tak maju maju. Timnas U 19 yang digadang gadang menjadi talenta masa depan, ternyata keok hancur di Brunei tempo hari. Rasanya susah sekali memilih sebelas orang pemain yang mumpuni dari 250 juta bangsa Indonesia. Semua ini muara dari kompetisi yang ambur adul, konflik internal pengurus bola, jalur potong kompas lewat naturalisasi yang terbukti tidak menghasilkan apa apa, sampai mafia judi.

Kembali ke Asian Games , kita berharap Timnas kita benar benar membuktikan tajinya. Kalau perlu kitab bantai juga tim tuan rumah. Why not ?

Susunan Pemain
Timor Leste (-3-2): Maxanches; Manek, Barbosa, Rangel, Oliveira Santos, Filipe; Gusmao, Soares, Pereira Boavida; Bertoldo, Araujo.
Cadangan: Sabas Victor, Silva Martin, Cruz Maria, Pereira, Silva Araujo, Guterres Silva, Monteiro Oliveira, Monteiro, Jesus Reis.

Indonesia (–1): Andritany; Dany, Victor, Jufriyanto, Alfin; Bayu, Ramdani, Dedi Kusnandar, Manahati, Syakir; Ferdinand.
Cadangan: Teguh, Zaenuri, Fandi Eko, Yandi Sofyan, Rasyid Bakri, Syaiful Indra, Rizky Pellu, Novri, Aldaier.

Leave a Reply

Your email address will not be published.