Riau: 3 gubernur 1 kejahatan

Ilustrasi • Foto oleh BBC/Photolibrary

Ilustrasi • Foto oleh BBC/Photolibrary

Tiga gubernur Riau, yang kebetulan kader Golkar, tersangkut korupsi. Dua yang pertama sudah dihukum. Mereka adalah Saleh Djasit (1998-2003), Rusli Zainal (2008-2013), dan Annas Maamun (2014).

Beritakabar.com | Menarik, seperti estafet saja, memegang obor tersangka lalu terdakwa dari KPK. Padahal jabatan mereka gubernur, selalu mudah disorot. Mereka berani ambil risiko untuk mempermalukan keluarga dan keturunan: menjadi maling merangkap pejabat yang dicatat oleh sejarah dan sebaiknya jangan sampai dihapus.

Kenapa mereka korupsi? Kalau kita mau jernih, jawaban dua gubernur sebelumnya bisa dilihat dari catatan panitera. Sedangkan untuk Annas, yang ditangkap Kamis lalu (25/9/2014), belum jelas apa alasannya. Kalau pakai asumsi umum, mereka korupsi karena butuh duit akibat gaji resmi tak mencukupi.

Apakah keluarga mereka malu atau bangga? Itu pertayaan gampang tapi jawabannya sulit. Pihak keluargalah yang bisa menjawab. Tap publik bisa menafsirkannya dari arsip berita bagaimana sikap dan perilaku keluarganya sejak si maling menjadi tersangka hingga terpidana. Sejauh ini dalam umumnya korupsi di Indonesia tak ada keluarga yang memecat anggotanya yang melakukan korupsi misalnya istri menggugat cerai dan puak tak akui anak puak.

penjahat-Annas-MaamunApa kasus Annas Maamun? Sejauh ini baru sangkaan dia terima suap Rp2 miliar untuk alih fungsi 140 hektare lahan sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Annas adalah bekas Bupati Rokan Hilir (2006-2014) dan masih Gubernur Riau (2014). Dia juga dilaporkan ke Mabes polri karena pelecehan seksual.

ruslizainalpenjahatlaknatApa kasus Rusli Zaenal? Dia melakukan korupsi untuuk anggaran PON dan konsesi kehutanan di Riau. Pada 12 Maret 2013 Pengadilan Tipikor memvonis 14 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Tapi Agustus lalu Pengadilan Tinggi Riau mengurangi hukuman menjadi 10 tahun. Rusli adalah bekas Bupati Rokan Hilir (1999-2003) dan Gubernur Riau dua kali (2003-2008, 2008-2013).

SalehDjasitMalingApa kasus Saleh Djasit? Ini orang seperti beberapa kepala daerah lain, melakukan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran yang proyeknya senilai Rp15,2 miliar. Pada 26 Agustus 2008 dia divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta. Pada Juni 2009 Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali. Saleh adalah bekas Bupati Kampar (1986-1996) dan Gubernur Riau (1998-2003).

| Dari berbagai sumber a.l.: Kompas, Liputan 6, Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published.