Tips: Batasi anak main gadget? Jangan takut dibilang katro!

Mengatur_anak_pakai_tablet

Bahan foto latar belakang dari iPadnGravy – arabiangazette.com

Orang-orang Silicon Valley (AS) mungkin curang. Mereka batasi anak-anaknya pakai gadget, bahkan sekolah favorit dan mahal di kalangan mereka itu tidak pakai komputer.

Beritakabar.com | Maka jurnalis Nick Bilton empat tahun lalu tanya sama Steve Jobs, sang penemu dari Apple, apakah anak-anaknya mencintai dan pakai iPad.

“Mereka nggak pakai. Kami membatasi teknologi yang masuk ke rumah,” kata Jobs. Lalu Nick Bilton di The New York Times (10/9/2014) menjuduli laporannya “Steve Jobs adalah Ortu yang Low-Tech.”

Dts_news_bill_gates_wikipedia

Bill Gates

Sulit membayangkan raja Apple pencipta iMac, iPod, iPhone, dan iPad bisa sekatro itu. Tapi dia tak sendiri. Dulu ketika Bill Gates dari Microsoft barusan menikah ditanya apakah kelak anak-anaknya akan serba pakai hi-tech sejak dini.

Jawaban Bill Gates yang kutu buku itu adalah anak-anaknya harus akrab dengan kertas baru kemudian komputer. Membaca, menulis, mencorat-coret itu mendasar.

Sebenarnya orang-orang Lembah Silikon sudah lama begitu. Mereka yakin bahwa sebagian besar produknya memang untuk orang dewasa. Jikalau anak-anak memakainya harus dalam pengawasan dan bimbingan orang tua/dewasa.

Apakah orang-orang dari industri komputer itu konservatif? Bagi mereka orang tua tetaplah harus ada tanggung jawab, selain itu adalah interaksi dalam keluarga itu perlu, kemudian demikian pula aktivitas bersama di luar rumah.

Di Lembah Silikon, sekolah favorit yang top dan mahal adalah The Waldorf. Bos-bos industri komputer menyekolahkan anak-anaknya di sana. Misalnya dari Google, Apple, Yahoo, HP.

Pelajaran tidak pakai LCD projector tapi papan tulis dan kapur jadul • © Jim Wilson/The New York Times (tanpa ijin)

Di The Waldorf, pelajaran tidak pakai LCD projector tapi papan tulis dan kapur jadul • © Jim Wilson/The New York Times (tanpa ijin)

Kelebihan sekolah itu adalah… tak menggunakan komputer! Matt Richte dari The New York Times pada 22/10/2011 menulis, “Alat-alat belajar-mengajar di sana itu apa saja kecuali yang hi-tech: bolpen dan kertas, jarum untuk merajut, dan kadang juga lumpur untuk bermain. Tak ada komputer di sana. Tak ada layar LCD.”

Visit NBCNews.com for breaking news, world news, and news about the economy

Alan Eagle, master ilmu komputer yang eksekutif komunikasi di Google, dan sering menuliskan teks pidato buat Eric Schmidt, juga menyekolahkan putrinya di Waldorf. Waktu itu putrinya sudah kelas lima, “… tapi anak saya tak tahu cara pakai Google.” Di sekolah itu gadget baru diperbolehkan secara terbatas pada kelas delapan. Tapi Eagle tak merasa dirinya katro.

Alat peraga dalam kelas di The Waldorf, seperti jaman baheula • © Jim Wilson/The New York Times (tanpa ijin)

Alat peraga dalam kelas di The Waldorf, seperti jaman baheula • © Jim Wilson/The New York Times (tanpa ijin)

| Ditambahi aneka sumber a.l.: Koran Tempo Minggu (Mendamaikan Anak dengan Gadget), album foto Old School in Silicon Valley, Waldorf of the PeninsulaHuffington Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.