Mampukah siswa 17 tahun ini mengalahkan Beijing ?

JoshuaDalam balutan T-shirt hitam, celana pendek dan sandal, Joshua Wong hanya seperti pelajar SMA biasa di Hong Kong.

Tapi pelajar berusia 17 tahun menjadi musuh pemerintah China – Beijing menyebutnya ekstrimis dan badut – dalam menanggapi kepemimpinannya dalam protes unjuk rasa menuntut demokrasi yang lebih besar di bekas koloni Inggris itu.

“Mahasiswa dan pemuda memiliki lebih semangat dan lebih banyak kekuatan untuk terlibat dalam gerakan ini,” katanya kepada NBC News di luar gedung-gedung pemerintah Hong Kong di mana ia memimpin aksi protes terbesar ini. “Orang muda berharap lebih banyak perubahan dan mereka bermimpi memiliki struktur politik yang lebih baik untuk masa depan.”

Ketika Hong Kong dikembalikan ke pemerintahan China pada tahun 1997 di bawah pengaturan yang disebut “satu negara, dua sistem,” Beijing berjanji untuk memberikan wilayah yang “tingkat tinggi otonomi” dan hak suara yang berbeda dengan Cina daratan.

Namun akhirnya Beijing memberlakukan kriteria seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa hanya loyalis partai komunis yang kelak dapat dipilih untuk memimpin wilayah semi-otonom ini.

“Setiap warga negara harus memiliki hak untuk mencalonkan calon kepala eksekutif,” kata Joshua Wong. Mayoritas warga Hongkong memang mendesak pemilu yang langsung serta menolak intervensi Beijing.

Diperkirakan 13.000 siswa berunjuk rasa di Chinese University, Senin ini bersamaan dengan pertemuan Presiden Xi Jinping China dengan beberapa taipan terkaya di Hongkong yang membahas tentang demonstran ini. Sejauh ini polisi menggunakan gas air mata serta pentungan untuk mengusir demonstran.

Tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana Beijing akan bereaksi. Bahkan ada spekulasi intervensi oleh Tentara Pembebasan Rakyat, yang tanpa ampun pernah menghancurkan gerakan demokrasi di Lapangan Tiananmen tahun 1989.

Leave a Reply

Your email address will not be published.