Kontroversi Ketua DPR Setya Novanto

SetyaNovanto-ohhhh

Dia orang ulet, tak hanya bisa lolos dari jeratan hidup susah tapi juga berlenggang di panggung politik: periode di DPR sebagai wakil Golkar. Dia juga sering berurusan dengan KPK.

Beritakabar.com | Maka Ketua KPK Abraham Samad menanggapi terpilihnya Setya Novanto (60) pekan ini dengan wanti-wanti bahwa lembaganya inginkan “orang yang bersih dan tidak punya keterkaitan dengan kasus hukum.”

Abdullah Dahlan dari Indonesia Corruption Watch mengingatkan, “Kalau pemimpinnya bermasalah, seisi DPR akan bermasalah.” Sedangkan Oce Madril. Direktur Pusat Kajian Antikorupsi UGM, berpendapat Setya (juga Fajri Hamzah dari PKS, wakil ketua DPR) bisa mengancam eksistensi KPK.

Memangnya Setya sering punya masalah hukum? Sejauh ini hanya terkaitkan sebagai saksi sejumlah kasus yang ditangani oleh KPK sehingga dia beberapa kali dipanggil. Misalya untuk kasus korupsi e-KTP, dana PON, dan suap untuk Ketua MK Akil Mochtar.

Setya juga disangkutkan dengan kasus percaloan hak tagih (cessie) uang Bank Bali yang merugikan negara Rp 546 miliar (1999). Kasus yang menjerat Dirut PT Era Giat Prima Joko Tjandra dan bekas Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin itu dipertautkan dengan sejumlah petinggi Golkar. Kejaksaan Agung yang menangani kasusnya.

Apa bantahan Setya? Untuk kasus e-KTP misalnya dia pernah membantah tudingan M. Nazaruddin (eks-Bendahara Demokrat).

Kalau pembelaan dari teman-temannya? Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menanggapi Samad, “Masalah politik sudah selesai. Janganlah urusan hukum dicampuri dengan urusan politik.”

Sedangkan Ade Komaruddin dari Golkar mengatakan, “Dia (Setya) jadi anggota DPR itu urusan politik. Kalau masalah hukum bukan urusan kami.”

Siapakah Setya? Dia pengusaha yang mulai dari bawah, bahkan sejak kuliah di Surabaya (FE Universitas Widya Mandala) nyambi jualan telur. Setya tak malu mengakui dulu menumpang hidup di rumah keluarga Mas Isman (tokoh Kosgoro, pilar Golkar, ayahnya Hayono Isman) di Jakarta, untuk disuruh apa saja termasuk cuci mobil.

Setya tak hanya ulet namun bisa menjalin relasi dengan banyak pihak. Sekian jalur organisasi dia masuki, termasuk membina Pembina Golf Putra Putri ABRI. Perjalanan bisnisnya membuat dia dipercaya sejumlah konglomerat antara lain Sudwikatmono. Di Golkar dia pernah jadi wakil bendahara.

Sebagai seorang Soehartois, pada 1996 Setya menerbitkan buku tebal Manajemen Presiden Soeharto: Penuturan 17 Menteri. Sebagian pengritik Soeharo menyebut buku itu “Manajemen daripada Soeharto”.

|| Dari berbagai sumber a.l.: Kompas, Yahoo News, Viva News, Merdeka,  Tempo, Tribun News, blog Setya Novanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.