Anggota DPR lama itu enak, yang baru lebih enak – gaji hampir Rp60 juta

Ilustrasi: rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan • Foto: Republika (tanpa ijinO

Ilustrasi: rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan • Foto: Republika (tanpa ijin)

Jadi anggota DPR itu enak. Pendapatan sebulan sampai Rp58,63 juta, deadlline pengosongan rumah dinas anggota DPR 2009-2014 adalah Desember 2014, padahal mestinya ada persiapan karena berakhirnya jabatan bukan PHK mendadak.

Penghasilan_Anggota_DPRBeritakabar.com | Anggta DPR 2014-2019 sudah dilantik, tapi bekas anggota dari periode sebelumnya (2009-2014) masih berhak menempati rumah dinas sampai Desember 2014.

Kenapa bisa terjadi? Karena tenggat pengosongan rumah memang Desember 2014. Akibatnya anggota baru DPR seperti Dede Yusuf (Demokrat) belum bisa menempati rumah dinas, dan berharap dari tunjangan Rp10 juta. “Bisa jadi (uangnya untuk) menyewa apartemen, kalau nyewa kos-kosan paling cuma Rp 2 juta,” katanya.

Sebetulnya apakah seorang anggota DPR itu akan duduk lagi di Senayan sudah diketahui dari dari pengumuman final KPU tentang hasil pileg, jauh hari. Tidak ada yang mendadak, jadi mestinya sudah mengosongkan rumah dinas lebih awal.

Bukankah ada imbauan tentang pengembalian fasilitas? Imbauan dari siapa, Setneg? Belum ada kabar. Kalau dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang ada, tapi sesuai lingkupnya itu kan hanya untuk menteri. Tenggatnya 20 Oktober 2014 tapi serah terima bisa 21 Oktober bersamaan upacara sertijab menteri lama ke menteri bar. Di sejumlah DPRD, pengembalian fasilitas malah seret.

Berapa rincian pendapatan anggota DPR? Lihatlah gambar. Take home pay sekitar Rp58,63 juta. Tapi itu versi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), bukan data dari Setneg maupun Setjen DPR.

Besar atau kecilkah penghasilan sekian di Jakarta? Tergantung dari faktor mana kita melihatnya. Untuk anggota DPR lajang, pengusaha pula, misalnya Aryo Djojohadikusumo (31 tahun), putra Hashim Djojohadikusumo, uang senilai itu mungkin sedikit tapi dia tak perlu minta tambah. Tapi bagi anggota lain yang sebaya dia, sudah berkeluarga (dua anak usia SD), dan hanya mengandalkan gaji dari DPR, angka Rp58,63 juta mungkin pas – dalam arti masih bisa menabung.

Namun kita juga harus melihat kebiasaan partai dan terutama konstituen di Dapil yang melihat anggota DPR sebagai ATM. Bedanya anggota DPR bila dibandingkan beberapa profesi lain adalah mereka  tak memikirkan bayar listrik, beli Pertamax, dan sewa rumah karena sudah ada yang menanggung. Kalau mereka hidup proporsional rasanya masih ada sisa cukup dari gajinya.

|| Dari berbagai sumber a.l.: Kompas, Rakyat Merdeka, Liputan 6, iMoney

Leave a Reply

Your email address will not be published.