Kerusuhan anti-Ahok: 21 orang FPI tersangka, Habib Novel jadi buron

Habib Novel Bamumin yang masuk DPO karena tak mau serahkan diri • Foto: facebook.com/novel.bamumin

Habib Novel Bamumin yang masuk DPO karena tak mau serahkan diri • Foto: facebook.com/novel.bamumin

Demo anti-Ahok Jumat lalu (3/10/2014) disebut jadi “anarkis”. Polisi mencokok 21 anggota FPI, tapi tokoh demo Habib Novel Bamu’min kabur. Ahad ini (5/10/2014) Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono menyatakan Novel sebagai buron, masuk Daftar Pencarian Orang.

Beritakabar.com | Demo menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur, antara lain karena dia Kristen, itu menjadi bentrokan. Sejumlah polisi terluka. Demonya sudah selesai, buntut akibatnya masih memanas. Saat ini Ahok masih Wagub DKI dan akan segera menggantikan Gubernur DKI Joko Widodo karena yang disebut terakhir itu akan dilantik menjadi presiden.

Kenapa Novel harus jadi buron? Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Novel tidak menyerahkan diri.

Kenapa Novel harus bertanggung jawab? Penanggung jawab rencana demo adalah Novel dan Habib Shahab Anggawi. Itu ada dalam Surat Tanda Terima Pemberitahuan nomor STTP/213/X/2014, anggal 1 Oktober 2014.

Apa yang ada dalam rencana demo? Disebutkan akan melibatkan massa 1.000 orang, demonya di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Apa yang terjadi dalam demo? Ternyata mereka (sekitar 200 orang) bukan ke Balai Kota tapi ke DPRD, Jl. Kebon Sirih. “Di sana orasi sekitar 3-5 menit, memprovokasi. Setelah itu mereka langsung lakukan penyerangan secara membabibuta melempari petugas,” kata Rikwanto.

Akhirnya diketahui demonstran sudah membawa batu dan tahi sapi dalam mobil sound system, untuk dilemparkan kepada polisi. Dalam mobil juga da bambu runcing, konblok, dan pecahan beling.

Memangnya bagaimana demo FPI belakangan ini? Menurut Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Fajar Siddiq (adik almarhum Ustaz Jefri Al-Buchori), selama ini sebelum demo FPI selalu berkoordinasi dengan partainya.

“Sekarang saya enggak tahu, ini organ mana yang beraksi, saya bingung kenapa,” katanya. “Saya curiga, ini aksi bukan katup kekecewaan (FPI) terhadap Ahok (Basuki),” lanjutnya.

Polisi korban serangan FPI di depan gedung DPRD (Jumat, 3/10/2014) • Foto: Warta Kota/Tribun News

Polisi korban serangan FPI di depan gedung DPRD (Jumat, 3/10/2014) • Foto: Warta Kota/Tribun News

|| Dari berbagai sumber a.l.: The Jakarta Post, Berita Satu, Detik, Tribun News

Leave a Reply

Your email address will not be published.