Nah, betul kan? Masalah Bowo adalah dendam

hashim_djojohadikusumo_kuciwa_berat

Hashim Djojohadikusumo mengaku kepada The Wall Street Journal bahwa Jokowi harus diberi pelajaran. “Ada harga yang harus dibayar,” kata Hashim, adik Prabowo Subianto itu. Ada 100 jabatan tinggi yang menjadi sasaran veto.

Bukannya itu isu lama? Selama ini hanya kesimpulan publik. Dengan pengakuan Hashim yang adalah Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra, jelas sudah masalah dendam karena kalah pilpres itu.

Dendam? Ini hanya istilah yang opinionated. Kubu Koalisi Merah Putih, terutama Bowo dan Hashim, sejauh ini tak mengucapkan kata “dendam”. Dari sisi Hashim, dia kecewa karena dia dulu yang membiayai Jokowi dalam Pilgub DKI.

Jadi, apa yang dilakukan oleh Jokowi, apalagi mengalahkan Bowo, adalah pengkhianatan. “Sejujurnya, kami tidak dapat menerima [kekalahan itu],” ujarnya, Senin, 6/10/2014.

“Saya dan kakak saya tidak berada dalam suasana hati yang baik untuk beberapa waktu. Kami merasa telah dicurangi. Tapi, tak masalah. Aturan mainnya seperti itu, dan kami menerimanya.”

Tekad kubu Bowo, menurut Hashim, adalah menguasai seluruh kursi kepemimpinan dan kekuatan veto terhadap 100 posisi penting yang merupakan kewenangan presiden. Termasuk di antaranya adalah Kapolri, Panglima TNI, para anggota Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi.

Nah, jelas sekali bukan? Persoalan hati yang tidak legawa.

Pada 2019 Bowo, kata Hashim, akan berlaga lagi dalam Pilpres. Saat itu usianya sudah 68 tahun. “Ia masih cukup muda untuk melakukan sejumlah hal,” ujar si adik.

Yang tak dia ucapkan adalah peluang menjadi presiden melalui MPR sebelum 2019, dengan memakzulkan Jokowi-JK, yang diawali dengan merecoki pekerjaan. Tapi ah, ini kan spekulasi – artinya bisa ya bisa tidak. Menurut Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published.