Menjegal pelantikan Jokowi, di mana masalahnya?

man's foot about to slip on banana peelMungkin bukan gagal melantik tapi tidak lancar atau tidak “greng”. Dengan satu ketua/ wakil ketua MPR pelantikan tetap bisa. Tapi itu pilihan terpaksa setelah (misalkan) sidang paripurna MPR tak memenuhi kuorum  karena yang hadir tak sampai /. Siapa tahu mereka ramai-ramai diare.

Kenapa harus menjegal pelantikan presiden baru? Pertanyaan itu naif dan aneh, kata Anda. Naif, karena masalahnya tidak ada. Aneh, karena kenapa ditanyakan.

“Mbulet” atau kusut dong? Tidak juga. Kalau pakai akal sehat semuanya mestinya lancar. Semua bermula dari pemilu yang berisi pileg lalu pilpres. Pemenangnya dan jatah kursi, bahkan siapa memimpin DPR dan MPR, sudah jelas. Lalu apa lagi?

Tidak ada masalah lagi. Siapa jadi presiden dan wakilnya juga sudah jelas, kan? Oh, kalau begitu masalahnya hanya kekhawatiran dong?

Ya! Betul! Tapi kekhawatiran muncul karena ketidakpercayaan dan pengalaman buruk. Kalau Anda punya pengalaman bahwa si X selalu ingkar janji dalam kencan, sejak jam nongol sampai patungan biaya makan, pasti Anda was-was dengan dia.

Ah, kenapa tak mengganti teman kencan? Masalahnya stok teman kencan hanya dia, atau orangnya beda tapi dari kaum yang sama, yang jalan pikirannya sama, begitu juga kecurangannya.

Oh, begitu. Kenapa mereka tak malu? Kalau merasa benar, atau merasa sangat besar dan sangat kuat, sebagian orang bisa tak punya ke-malu-an. Kasihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.