Ikan SeaWorld akan dibuang ke mana?

Lorong Antasena SeaWorld, Ancol, Jakarta • Foto: Panduan Wisata Jakarta

Lorong Antasena SeaWorld, Ancol, Jakarta • Foto: Panduan Wisata Jakarta

Nasib satwa laut di SeaWorld Ancol menjadi tak jelas karena konflik segi tiga Lippo – Pembangunan Jaya – DKI. SeaWorld-nya sih masih ditutup.

Beritakabar.com – “Psikologi mereka seakan sadar bahwa tak ada orang yang melihat mereka,” tutur Kepala Promosi SeaWorld Teddy Sukmawinata tentang duying (Dugong dugong) dalam akuarium. Sejak akhir September lalu SeaWorld dilarang beroperasi oleh pemilik Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), yakni PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA). Pengunjung dilarang masuk.

Kenapa SeaWorld ditutup? Karena ada konflik. PJA menganggap PT Sea World Indonesia (SWI, milik Lippo) ingkar janji dalam built-operate-transfer (BOT) akuarium laut raksasa itu. Ketika kontrak 20 tahun sejak 1994 itu usai, SWI tak menyerahkan kepada PJA. Itu baru satu soal jika menyangkut kontrak.

Kenapa Ahok ikut campur tangan? Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wagub DKI, dan nanti Gubernur DKI, sangat berkepentingan karena Pemprov DKI adalah pemilik 72% saham PJA. Dia akhirnya memerintahkan penutupan SeaWorld.

Di mata Ahok, DKI dirugikan oleh kontrak karena SWI hanya menyumbangkan Rp1,69 miliar (0,35%) dari pendapatan TIJA yang tahun ini Rp488,1 miliar. Padahal kontrak 20 tahun mengantur bahwa SWI harus serahkan 5% dari penjualan tiket dan 6% dari penjualan makanan-minuman.

Lalu bagaimana nasib satwa? TIJA tidak bisa begitu saja mengoper koleksi SWI karena menyangkut fasilitas. Kuasa hukum PJA Iim Zovita Simanungkalit malah bilang lepaskan saja satwa-satwa SeaWorld ke laut.

Secara teknis dan prinsip lingkungan gagasan itu sulit karena memasukkan biota asing ke habitat baru bisa mengganggu ekosistem. Dari etika lingkungan juga tak mudah karena manusia seperti mengorbankan satwa semaunya. Untuk duyung misalnya, mamalia laut ini sulit dilepasliarkan kareba hanya doyan rumput laut (lamun) yang diambil dari tempat asalnya.

Kira-kira ke mana ujungnya? Mau tak mau renegosiasi karena masa kerja sama 20 tahun segera tunntas 2014. Ujung keputusan tentunya SeaWorld akan di bawah siapa – tapi sebelum dan sesudahnya adalah nasib satwa harus jelas. Mereka itu, jumlahnya ribuan, harus tetap dirawat dan pastinyalah butuh biaya. Kalau pihak-pihak bersengketa lepas tangan, masalah satwa akan “dilemparkan” ke masyarakat internasonal pecinta hewan dan lingkungan laut. Ini juga akan mencoreng wajah Indonesia.

| Dari berbagai sumber a.l.: Tempo, SeaWorld Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol

Leave a Reply

Your email address will not be published.