Akal Jokowi ketika terjepit soal kabinet

Warning dari Ketua KPK adalah celah bagi Jokowi untuk membongkar Lego. Ada dalih untuk menawar utang budi politik. Tapi pengumuman jadi tertunda.

Jokowi mengumumkan pengumuman kabinet "akan secapatnya" di istana (Rabu, 22/10/2014) • Foto: Suara

Jokowi mengumumkan pengumuman kabinet “akan secapatnya” di istana (Rabu, 22/10/2014) • Foto: Suara.com

Semua orang menunggu pengumuman kabinet baru. Bahkan wartawan istana sduah diangkut ke Tanjung Priok jelang sore tadi (Rabu, 22/10/2014). Hasilnya kita tahu batal.

Lalu apa bedanya dengan SBY dulu yang juga menunda pengumuman kabinet? Pada kasus SBY, kadar kompromi lintas partai sangat terasa tapi tak ada dalih yang kuat selain atas nama “persatuan”. Pada kasus Jokowi unsur kerikuhan dengan partai ada tapi ada dalih untuk berlindung, dengan memanfaatkan KPK.

Masalah Jokowi yang terasa adalah proses kompromi dengan wakilnya, Jusuf Kalla. Wakilnya adalah politikus senior pembawa gerbong panjang. Cara JK mengingatkan jangan cepat mengubah rencana karena masukan mendadak adalah sinyal penolakan. Begitu pula jawaban “satu-dua hari” tentang pengumuman.

Adapun omongan kebablasan Abraham Samad, tentang tanda merah dan kuning calon menteri yang bisa menjadi tersangka, justru menjadi tameng bagi Jokowi. Banyak kalangan menyerang Samad.

Masalahnya apa dalih Jokowi tentang penundaan? Dulu janjinya kabinet sudah diumumkan pada hari pertama, tapi ternyata… Lagi-lagi Jokowi diuji pakah bisa mengemas retorika yang bisa diterima rakyat seperti selama ini terbukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.