Tiga alasan Jokowi tak bangun Jembatan Selat Sunda

Proyek jembatan penghubung Sumatra dan Jawa ini tak di-follow-up Jokowi. Siapa saja investor yang dirugikan?

Gambar rekaan Jembatan Selat Sunda kelak • Wiratman & Associates

Gambar rekaan Jembatan Selat Sunda kelak • Wiratman & Associates

Beritakabar.com | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Adrinof Chaniago mengakui hari ini di Jakarta (31/10/2014) bahwa rencana proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) belum masuk prioritas pemerintah Jokowi.

Ada tiga hal yang mengganjal dalam rencana jembatan yang digagas oleh Pemprov Banten (erat Ratu Atut), Grup Artha Graha (Tomy Winata), dan Pemprov Lampung itu. Apa saja ganjalan bagi Jokowi?

Jembatan bukan solusi maritim. Bagi Jokowi, meskipun JSS “mengangkangi laut” tetap saja itu proyek transportasi darat untuk truk, bus, dan mobil antarpulau. Padahal yang diinginkan Jokowi penguatan perhubungan laut dengan kapal berbagai ukuran dan pembangunan pelabuhan serta dermaga.

Ketimpangan pertumbuhan Barat-Timur. Jika proyek Jembatan Selat Sunda dibangun segera, yang diuntungkan adalah pertumbuhan kawasan Barat Indonesia, dalam hal ini Jawa dan Sumatra, tapi Timur tertinggal lagi. Kelak setelah Kalimantam, Sulawesi, dan Papua tumbuh, katakanlah 10-15 tahun lagi, barulah JSS dibangun.

Penguasaan lahan di Banten dan Lampung oleh segelintir pihak. Tak menujuk nama, namun Adrinov mengkhawatirlan megaproyek itu berpeluang memberikan konsesi lahan luas sehingga akan mendongkrak harga properti.

Dari berbagai sumber a.l.: Kontan, Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published.