Karena Berpenampilan Seperti Laki-laki, Gadis ini Dilarang Masuk Sekolah

SunniePerempuan identik dengan hal-hal kewanitaan seperti make up, kosmetik, salon, memasak, merawat diri dan sebagainya. Ketika perempuan menyukai melakukan hal-hal yang telah disebutkan, seringkali dilabeli sebagai perempuan feminin. Kebalikannya adalah perempuan tomboy, yaitu perempuan yang lebih menyukai hal-hal yang berbau maskulin.

Sebagian perempuan merasa bangga karena melakukan hal-hal maskulin. Misalnya, mengakui lebih suka berkunjung ke toko bangunan daripada toko kosmetik. Diam-diam terselip bangga ketika lebih fasih cerita tentang balap Formula daripada langkah merawat kulit wajah. Humble brag ketika nostalgia bahwa masa kecilnya dihabiskan dengan bercelana dan main tembak-tembakan daripada masak-masakan.  Sebaliknya kebanggaan tersebut tak nampak ketika ada laki-laki yang bercerita bahwa dia menikmati pergi ke salon. Kalau ada laki-laki fasih merawat diri dan bercerita sangat menyukai berada di toko kosmetik, tidak dianggap suatu hal yang membanggakan. Label ‘lelaki feminin’ berkonotasi negatif dibanding perempuan tomboy. Perempuan tomboy lebih mengagumkan dibanding perempuan feminin. Masyarakat tampaknya lebih menerima perempuan tomboy daripada laki-laki feminin. Apakah benar demikian?

Diakui atau tidak, disadari tidak disadari, kita hidup di lingkungan yang kultur patriarki cukup kental. Budaya yang kental unsur patriarki artinya menempatkan laki-laki sebagai pusat/kontrol/dominasi termasuk norma lelaki sebagai hirarki tertinggi. Meski begitu, tomboy masih mendapat stigma negatif dari masyarakat. Perempuan tomboy, apalagi di masa lalu, dianggap tidak berperilaku pantas dan menyalahi agama. Selain itu kerap dilabeli lesbian, sehingga banyak orang tua yang khawatir berlebihan jika anak mereka bersikap tomboy karena dianggap dekat ke arah lesbian. Penerimaan masyarakat terhadap perempuan tomboy sebenarnya standar ganda, mereka menyukai kisah-kisah perempuan yang melakukan hal-hal maskulin, tetapi tetap menuntut perempuan untuk tampil sesuai norma yang berlaku (tetap tampil feminin). Andai tampil tomboy sekalipun masih ada aspek feminin yang melekat kuat, misal rambut panjang. Kalau rambut pendek, berwajah cantik. Masyarakat masih sulit menerima sosok yang benar-benar ambigu seperti bocah perempuan Sunni Kahle.

Kisah Sunnie Kahle di Tennessee, Amerika adalah salah satu bukti bahwa perempuan tomboy dan tampil ambigu masih sulit diterima masyarakat. Sunnie mendapat teguran dari sekolahnya karena berpenampilan seperti laki-laki. Sunnie diminta berpakaian dan bersikap lebih feminin karena dianggap mengganggu proses belajar mengajar dan membingungkan teman-temannya. Sunnie diskors sekolahnya sampai ia berpenampilan lebih pantas. Tak pelak kisah Sunnie mendapat perhatian luas dan pro kontra. Wali Sunnie sendiri yang tak lain adalah kakek neneknya mengatakan bahwa apapun pilihan cucunya tidak mengganggu mereka dan cucunya dibebaskan untuk berpenampilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.