Cowo Metrosexual, Minggir! Pria Lumbersexual Datang!

lumberseksualTrend metrosexual dimana para pria bergaya rapih, resik, manis, modis, sepertinya akan bergeser sebentar lagi. Dengan David Beckham sebagai salah satu icon, trend metroseksual cukup lama bertahan. Saat ini pelan-pelan tapi pasti, muncul trend baru dan mulai naik daun terutama di kalangan urban. Trend baru ini sepertinya sangat bertolak belakang dengan gaya metroseksual. Alih-alih resik dan rapih, gaya ini menonjolkan kesan ‘keras’, lelaki lapangan, sangat maskulin bahkan condong ke sangar, berkat ‘aksesoris’ kunci yaitu brewok tebal,  kemeja flanel, sepatu lapangan dan tattoo sebagai bonus. Lumberseksual, begitu sebutannya, makin merajai penampilan pria-pria hipster di kawasan urban.

Ada yang mengatakan lumberseksual adalah varian baru metroseksual, sementara yang lain dengan sengit berpendapat bahwa lumberseksual datang untuk ‘menghabisi’ gaya metroseksual yang dinilai terlalu genit. Lumberseksual memang mengadaptasi gaya hidup outdoor alias lapangan-style. Jadilah gaya yang terkesan ‘berantakan’, ‘keras’, tangguh, maskulin, kuat, jauh dari kesan well-groomed. Penganut gaya ini, entah memang dari sononya memang orang lapangan atau sekadar pseudo-lapangan alias sok-sokan orang lapangan, mengakui bahwa trend terbaru ini memang lebih santai, fleksibel, dan ga ribet.

Tengok saja instagram #lumbersexual, intip gayanya. Kesan sangar tapi gaul itu sangat terasa. Lumberseksual memang mengedepankan kesan maskulin yang ‘rough’ alias cowo banget. Entah ini sebagai antitesis kaum yang sudah jengah dengan kegenitan metroseksual/spornoseksual/butterseksual atau bentuk kesadaran fashion yang lebih dekat dengan alam. Kalau menilik gayanya, lumberseksual memang tidak terlalu banyak konsumsi berbagai produk seperti pakaian atau produk perawatan kulit. Pria lumberseksual adalah perpaduan pria gunung dan Ryan Gosling. Ganteng tapi manly. Minimal niatnya begitu. Asal jangan kejadian seperti ini, bisa kacau.

 

 

  1. aku wes ndisiki bergaya kaya ngene iki

    Reply
  2. Kalo luberseksual bawa ember ya mbak? :)

    Reply
  3. weh aku lagi nulis maskulinitas di Indonesia nemu artikelmu iki Meth…cool….!

    Reply

Leave a Reply to demityang2an Cancel Reply

Your email address will not be published.