Akrobat retorika Ahok soal Cawagub DKI

Ada tiga calon Wagub DKI: Boy Sadikin, Djarot Saiful Hidayat, dan Sarwo Handayani. Ahok tak mau calon dari partai tapi mengharapkan Djarot dari PDIP. Membingungkan.

280441_pelantikan-ahok-sebagai-gubernur-dki_reutersJadi, apa yang dimaui Ahok? Pengerucutan calon. Untuk Boy Sadikin, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI, eliminasi dilakukan sejak awal dengan menolak calon dari partai. Sebagai catatan saja, kemenangan Jokowi, yang mengangkut Aho sebagai cawagub dalam kampanye pilgub dulu antara lain karena faktor Boy. Putra Ali Sadikin ini menjadi motor tim sukses.

Alasan Ahok kira-kira dia tak mau direcoki partai apapun. Tapi ketika dia sejak awal juga welcome terhadap Djarot Saiful Hidayat (mantan Walikota Blitar, Jatim, selama 10 tahub), syarat nonpartai sebetulnya bisa gugur. Djarot memang bagus, programnya sebagai walkot dulu pro-rakyat, dan bijak menangani PKL, tapi… dia orang PDIP.

Sedangkan Yani, panggilan akrab Sarwo Handayani, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan TGUPP, adalah birokrat karier, bukan orang partai. Arsitek tamatan ITB yang dibidik Ahok sebagai cawagub dengan penunjukan itu paham benar urusan DKI. Yani sempat digadang-gadang, tapi akhirnya Ahok kemarin (Sabtu, 29/11/2014) mengritik Yani, “Bu Yani apa berani mencoret teman-temannya dan PNS DKI? Mereka sudah kenal lama.”

Melempar balon percobaan memang beberapa kali dilakukan Ahok. September lalu untuk mencegat M. Taufik dari Gerindra sebagai peminat kursi cawagub, Ahok secara terbuka di depan masyarakat Betawi menyatakan memilih Nachrowi Ramli. Nachrowi orang partai, tapi bukan dari partai yang sedang berseteru (PDIP dan Gerindra). Dia orang Demokrat.

Jadi siapa yang jadi wagub? Hanya Ahok yang tahu karena apa yang dia lontarkan bisa berubah. Yang dibutihkan Ahok tentunya partner yang bisa mengerem dia. Dalam ultah kelima Mata Najwa, program TV di Metro TV, Presiden Joko Widodo mengatakan yang perlu dikurangi dari Ahok, bekas wakilnya di DKI itu, adalah kemarahannya.

Dari berbagai sumber a.l.: Tempo, Kompas, Jari Ungu

Leave a Reply

Your email address will not be published.