Nyaris Diculik Tukang Ojek di Bali, Turis Ini Selamat Berkat Botol Air Mineral

kidnapped

Seorang traveler menuliskan pengalamannya saat berwisata di Bali. Ia nyaris mengalami tindak kejahatan penculikan oleh tukang ojek. Saat itu ia hendak mencari suvenir ketika seseorang menghampirinya dan menawarkan tumpangan motor. Ternyata di tengah perjalanan, tukang ojek tersebut melarikan motornya ke tempat sepi. Carmen Brito menuliskan, ia bisa saja mengalami hal yang lebih buruk jika ia tidak jeli dan waspada. Kisah lengkapnya bisa dibaca disini. Ada beberapa hal yang patut digarisbawahi, apa yang dilakukan oleh Carmen Brito sehingga ia bisa selamat:

  1. Carmen Brito cukup jeli memperhatikan segel botol air mineralnya sudah dalam kondisi terbuka.
  2. Carmen Brito menyadari ketika tukang ojek tersebut memilih lewat jalanan sepi daripada jalan raya, meski ia mencoba merasionalisasi tindakan tukang ojek kemungkinan menghindari macet. Seringkali kita mengabaikan insting/firasat dan lebih mempercayai hasil olahan kepala alias rasionalisasi. Padahal dalam banyak kasus, mendengarkan firasat bisa menyelamatkan nyawa kita.

Tak bisa dipungkiri bahwa traveling sendirian mempunyai kenikmatan tersendiri, yaitu lebih merdeka dan bebas. Hanya saja untuk faktor keamanan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Menurut instruktur bela diri dan tactical advisor, Yohanes Hans Fahreza, ada tiga hal yang harus  dilakukan perempuan jika ingin traveling solo, yaitu:

  1. Personal Awareness

Jika kita ingin traveling solo terutama ke tempat jauh, siapkan rencana memadai, jangan tanpa rencana sama sekali sekadar menuruti keinginan impulsif. Apalagi jika tidak mempunyai informasi memadai mengenai tempat tersebut. Karena jika sesuatu terjadi pada kita, tidak ada seorangpun yang mengetahui pasti lokasi kita, dan kita bisa kesulitan jika hendak meminta tolong. Minimal yang bisa dilakukan adalah memberitahukan keberadaan kita kepada keluarga dan teman-teman, dan terus update informasinya. Seperti yang ditulis di atas, mendengarkan insting/firasat tidak ada salahnya dan tidak usah berusaha merasionalisasi apalagi jika merasa bersalah. Anda ingin selamat, mengapa jadi merasa bersalah? Tidak usah mengkhawatirkan penilaian orang lain, setuju?

  1. Environment Awareness

Jika kita berada di tempat baru, bekali diri dengan informasi tempat tersebut sebanyak-banyaknya. Pada kasus Carmen, berbekal peta di handphone ia bisa mengetahui bahwa rute yang diambil tukang ojek tersebut menjauhi toko suvenir. Sebelum traveling ia juga melakukan semacam riset untuk mencari tahu daerah mana yang perlu diwaspadai, misal tingkat kriminalitas dan sebagainya. Di daerah semacam itu, Carmen menghindari bepergian sendirian dan mencari teman sesama traveler atau dengan warga setempat. Selain itu ia mendapat pelajaran berharga untuk mengenali dan mengakses transportasi umum yang lebih terpercaya.

  1. Social Tactical

Setelah sampai di tempat tujuan, hal paling mendasar yang bisa menolong kita adalah kemampuan kita berinteraksi secara cerdas terhadap siapapun yang ditemui. Bepergian sendirian tak berarti kemana-mana sendiri, berkenalan dengan sesama solo traveller dan menjalin komunikasi dengan warga setempat dapat menolong memberikan rasa aman dan mendapatkan informasi berguna. Selain itu bagaimanapun ramahnya penduduk setempat, hindari minum/makan yang ditawarkan oleh orang asing. Carmen selamat karena ia tidak meminum air mineral yang ditawarkan, karena ia curiga melihat segel botol sudah terbuka. Kalau ia menerimanya, kemungkinan air mineral tersebut sudah dicampur dengan obat tertentu yang membuatnya tidak sadar.

 

Menurut Yohanes Hans yang dalam kesehariannya juga menjadi konsultan untuk beberapa institusi, modal paling penting adalah aware kondisi kita dan sekitar. Dengan aware, kita menjadi waspada dan mudah mendeteksi jika ada hal yang tidak benar.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.