Mitos-mitos Aneh Bagian Paling Intim Tubuh Perempuan

Perempuan dibanding lelaki adalah makhluk paling penuh mitos. Keberadaannya begitu misterius, sampai sulit memisahkan mana yang fakta atau legenda. Dari keseluruhan, bagian tubuh perempuan yang paling diselimuti mitos adalah organ reproduksinya. Organ paling intim ini memang tersembunyi dan terkesan misterius sekaligus “berbahaya” sehingga mitos-mitos ‘diciptakan’ untuk melindungi entah siapa. Mungkin ego laki-laki. Tercatat beberapa mitos mengenai organ paling intim dan seksualitas perempuan yang pernah ada hingga saat ini dan masih dipercaya:

  1. Menstruasi itu kotor dan membahayakan laki-laki

Banyak kebudayaan di dunia yang menempatkan menstruasi sebagai hal yang patut disingkirkan. Perempuan yang sedang menstruasi diasingkan, dijauhi, bahkan dilarang terlibat aktivitas sosial karena dianggap membahayakan dan membawa sial. Mitos seperti ini sengaja dipelihara untuk mengkontrol perempuan dan melindungi laki-laki dari keyakinan bahwa proses menstruasi adalah kotor, seperti kata antropolog Paula Weideger dalam bukunya Menstruation and Menopause. Bahkan di Amerika hingga tahun 90an, pembicaraan di muka umum tentang menstruasi dianggap tidak layak. Ada juga mitos yang menganggap bahwa gadis yang belum mendapatkan menstruasinya berarti masih murni dan suci.

 

  1. Klitoris adalah organ ‘abnormal’/tidak suci/membawa keburukan. Bagian tubuh perempuan satu ini juga sangat misterius. Saking misteriusnya bahkan banyak yang menganggap keberadaannya harus dihilangkan lewat mutilasi genital/sunat perempuan, yaitu memotong/menghilangkan klitoris. Bahkan dalam ilmu modern, klitoris juga dianggap tak layak. Bapak Psikologi, Sigmund Freud, menyatakan bahwa orgasme yang dihasilkan dari stimulasi klitoris adalah orgasme yang tidak ‘mature’, infantile dan inferior. Kalau dikritisi, label tersebut sangat tendensius dan membuat perempuan merasa inferior.

  1. Vagina Dentata merupakan mitos yang menganggap vagina mempunyai gigi, sehingga bisa mencelakakan lelaki. Mitos ini tersebar dari Amerika Selatan hingga Asia. Salah satu analisis gender mengatakan bahwa mitos ini sebenarnya merupakan bentuk ketakutan pria terhadap perempuan dan menggunakan seks sebagai alat untuk menaklukkan ‘monster bergigi’ dalam vagina perempuan.

 

  1. Diperkosa tidak mungkin hamil, kalau ada perempuan hamil mengaku karena diperkosa pasti bohong dan dilakukan mau sama mau. Mitos ini masih dipercaya hingga kini. Akibatnya adalah perempuan yang menjadi korban pelecehan/kekerasan seksual seperti perkosaan mendapatkan stigma negatif dan semakin memperburuk trauma psikologisnya.

 

  1. Histeria pada perempuan karena kurang seks. Mitos ini berkembang hingga akhir abad 19. Dildo adalah penemuan ‘tak sengaja’ yang sebenarnya dipakai untuk ‘mengobati’ peremuan dengan gejala histeria.

 

  1. Bercinta dengan perawan dapat mengobati penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Hal ini masih dipercaya hingga sekarang.Akibatnya adalah banyak gadis-gadis kecil terutama dari negara berkembang/latar belakang ekonomi keluarga termasuk miskin menjadi korban human trafficking pelacuran, untuk menjadi ‘obat’ para pria.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.