Anggota Wantimpres – Jan Darmadi

JanPengangkatan Jan Darmadi, menjadi salah satu dari Sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menjadi salah satu berita yang banyak menarik perhatian. Sudah lama tak terdengar berita sosok ini, sampai akhirnya dilantik Presiden Joko Widodo kemarin. Sembilan orang Wantimpres ini secara otomatis bakal langsung menikmati fasilitas selevel menteri.

Riwayat Jan Darmadi memang sudah dikenal sejak jaman Gubernur Ali Sadikin. Setelah ia mengeluarkan izin judi pada pertengahan tahun 1967, berlombalah orang membuka bisnis yang menurut ajaran agama tergolong haram. Jan Darmadi termasuk salah satu pengusaha yang mendapat ijin khusus dari Gubernur Ali Sadikin untuk membuka outlet kasino dan mengimpor mesin mesin Jack Pot dari Australia. Mesin mesin Jack Pot itu dipasang di lokasi kasinonya di Jakarta, seperti yang sekarang jadi gedung Jakarta Theatre.

Bang Ali memakai Undang Undang yang saat itu memang melegalkan kepala daerah memungut pajak judi. Alasannya kata Ali Sadikin, perjudian lebih baik dilokalisasi. Seperti halnya pelacuran perjudian sulit diberantas. Dengan demikian perjudian akan lebih mudah diawasi. Pajaknya masuk ke kas daerah yang saat itu cekak.
“Daripada kita munafik,” kata Bang Ali, yang mengaku tidak mau dan tidak bisa berjudi.

Ketika itu para penjudi alias junket sudah menghambur-hamburkan rupiah di beberapa lokasi perjudian. Misalnya di Petak IX, Copacobana, Jakarta Theatre, dan Lofto Fair Hailal. Saat itu Jan Darmadi berhasil meraup Rp 1,5 miliar ( kurs masih 1 US setara Rp 425,- ).

Selain memiliki saham di empat lokasi perjudian tadi, Yan juga disebut-sebut membuka kasino di Surabaya pada tahun 1980. Konon, seperempat penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Buaya itu berasal dari Yan Darmadi. Tapi, kondisi tersebut tak lama bertahan. Setahun kemudian (1981), Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo mencabut kembali izin tersebut.

Setelah judi secara resmi ditutup, binis Jan Darmadi banyak beralih ke usaha property. Rentang Propertinya antara lain Hotel Mandarin, Mercure Ancol, Jakarta Theater dan Setiabudi Building. Sekarang di usia senjanya menjadi politikus di Partai Nasdem.

  1. Sakti juga beliau ini ya Bang 😀

    Reply
  2. Pantesan Pemda DKI punya saham di Hotel Mandarin..kaitannya masa silam karena beri konsesi ke Jan Darmadi

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.