MNC Harry Tanoe tetap inginkan TPI-nya Tutut

Mencari cara untuk akuisisi agar TPI kembali di tangan. Itu yang sedang dipikirkan MNC Group setelah MA memenangkan Tutut, Oktober 2014. MNC sudah keluar duit, tak mau rugi.

tpi-tipi-paling-indonesiaBeritakabar.com | Sengketa Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) vs Harry Tanusoedibjo berlangung selama 12 tahun sejak awal 2000-an justru setelah sebelumnya berkongsi. Lalu berlarut-larut sehingga urusan sampai ke Mahkamah Agung.

Tutut tak bisa bayar utang

Pangkal masalah perseteruan mereka antara lain pasca-Krismon itu TPI kesulitan duit. MNC yang sudah masuk ke Bimantara juga masuk ke TPI, yaitu dengan menalagi utang US$55 juta, termasuk di antaranya kewajiban obligasi TPI ke PT Indosat Tbk.

Ringkas cerita, karena Tutut tak bisa mengembalikan utang ke Harry maka 75% sahamnya di PT Berkah Karya Bersama (pemilik TPI) pun diminta. Dalam perjalanan, karena MNC juga setor duit maka pemilikan saham atas Berkah menjadi 100% pada 2005. Artinya TPI jadi milik Harry. Tutut tak terima kalau TPI lepas dari tangannya.

Lalu akhirnya MA memenangkan Tutut. Tapi MNC tetap merasa sebagai pemilik karena Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Desember 2014 memenangkan MNC. Bagi MNC, penyelesaian lewat BANI itu sesuai perjanjian.

Tambang uang jangan sampai lepas

Lantas MNC ingin kembali memiliki TPI yang berganti nama MNC TV itu. Faisal Dharma Setiawan, Direktur Keuangan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) akhir pekan lalu mengakui bahwa kontribusi dari MNC TV ke pendapatan MNCN “cukup besar”

Hingga Kuartal III 2014, pendapatan MNCN tumbuh 6% year, jadi Rp5,04 triliun. Laba bersihnya Rp1,38 triliun (naik 9%). Pada periode yang sama, pendapatan dari PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) adalah Rp1,12 triliun, laba bersihnya Rp375,09 miliar.

Rujukan a.l.:: Kontan, Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published.