Ketika Pubic Hair Go Publik

private areaTak cuma rambut di kepala yang mengenal trend model rambut, rambut yang ada di area bawah menutupi bagian paling privat tubuh kita alias pubic hair ternyata juga mengenal trend. Ada beberapa trend pubic hair yang sempat populer, yaitu bikini line, brazilian, hingga Kojak style alias gundul plontos. Sebetulnya dari mana trend ini berasal?

Ada dua versi, versi pertama menyebutkan asal muasal trend pubic hair (terutama model botak sama sekali) berasal dari pornografi. Tahun 70an para aktris porno perempuan masih tampil natural, banyak film porno dan majalah dewasa menampilkan adegan ‘berbulu lebat’. Tahun 90an, mulai banyak yang merapikan area tersebut hingga akhirnya digundul sama sekali. Pembotakan area intim tersebut untuk keperluan shooting close up. Tahun 2000 tren ini makin populer karena pernyataan beberapa selebritis seperti pemeran Carrie Bradshaw di salah satu episode Sex And The City. Versi kedua menyatakan, trend pubic hair datang bersamaan dengan diciptakannya bikini. Bikini pertama kali ditampilkan di muka umum tahun 1946, tetapi baru diterima khalayak dan boleh dipakai di tempat umum (pantai) baru sekitar tahun 60an. Dengan makin maraknya bikini sebagai pakaian pantai, maka makin marak juga jasa merapikan pubic hair seperti yang kita kenal sekarang.

Jika menelusuri sejarah, ternyata sejarah pubic hair ini sudah berlangsung sejak sebelum Masehi. Kesenian di masa Mesir kuno dan Yunani kuno yang menampilkan sosok perempuan telanjang, kebanyakan tidak menampakkan pubic hair. Beberapa ahli sejarah menyatakan, bahwa pada masa tersebut penampakan pubic hair dianggap tidak layak bahkan secara agama. Bahkan mereka sudah menemukan metode waxing dan shaving di era tersebut, memakai alat yang disebut volsella dan cairan untuk mengangkat rambut mulai dari darah binatang hingga gula cair. Gula cair saat ini lazim dipakai untuk metode waxing, konon lebih halus dibanding memakai lilin. Hingga berabad-abad kemudian tren pubic hair ini naik turun, tak lepas dari kebijakan penguasa  (termasuk pemuka agama) dan norma masyarakat saat itu. Hal ini bisa dilihat terutama dari lukisan nude dari berbagai masa, ada masanya penampakan pubic hair, ada kalanya digambarkan polos seperti bayi.

Di masa modern sekarang ini, perlakuan terhadap pubic hair lebih ke urusan empowering perempuan daripada soal norma atau kesehatan (di abad 18-19, pubic hair sengaja dicukur habis untuk menghindari terjangkit kutu rambut). Pada era revolusi seksual tahun 60an, mencukur rambut kemaluan dinilai merupakan cara perempuan menyatakan bahwa perempuan ‘berkuasa’ atas tubuh mereka. Setelah norma masyarakat bergeser dan timbul penilaian bahwa perempuan yang tidak mencukur pubic hair dengan label tidak feminin/bukan perempuan sejati/kotor/menjijikkan, maka timbul upaya anti mainstream untuk tidak mencukur area privat tersebut. Upaya tersebut untuk melawan stigma negatif yang membuat perempuan merasa tidak berharga dan malu dengan tubuh mereka sendiri.

Selain itu beberapa studi mengenai pubic hair menyatakan bahwa kebanyakan lelaki dewasa di Amerika Serikat ternyata lebih menyukai daerah privat yang tidak terlalu gundul, dirapikan saja sudah cukup bagi mereka. Alasannya karena jika area bawah gundul mengingatkan mereka dengan anak mereka/keponakan mereka. Sebaliknya dengan lelaki remaja/dewasa muda, menyukai area bawah yang gundul, karena dalam persepsi mereka berkaitan dengan seksi, feminin dan bersih. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pornografi.

merkinsUrusan pubic hair ini ternyata juga bisa menyangkut ke aksesorinya. Selain Vajazzling (menempelkan kristal Swarovski di daerah vulva) yang sempat tren beberapa tahun lalu, ternyata ada lho wig untuk rambut kemaluan, namanya merkin. Sejarah merkin ini juga sudah lama, sejak tahun 1400an. Bahkan di abad 17, pelacur memakai merkin untuk menutupi daerah genitalia yang terkena penyakit menular seksual. Di abad modern, pemakaian merkin lebih untuk keperluan hiburan. Konon Kate Winslet memakai merkin ketika berakting di film The Readers.

Nah apapun alasan Anda memperlakukan pubic hair adalah pilihan Anda. Setelah menyusuri dinamika sosialnya, ternyata urusan ‘kecil’ dan tersembunyi seperti rambut kemaluan bisa menyangkut urusan agama/kepercayaan, kebudayaan hingga gerakan feminisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published.