Trend Batu Akik

RemmyAda yang menarik ketika anak anak muda sekarang gandrung tidak saja mengkoleksi, tapi juga memakai batu akik. Batu akik tidak saja dipakai oleh orang orang tua generasi jadul, tapi menjadi gaya hidup sebagian generasi gaul masa kini.
Tempat penjualan batu akik di pasar batu beberapa kota, tiba tiba sekarang banyak terlihat remaja pria yang melihat lihat batu akik. Mereka tidak ragu ‘ blusukan ‘ mencari batu akik di pojokan pasar.
Namun ada juga yang justru heran melihat anak muda batu akik. Buat sebagian remaja perempuan melihatnya “ Ilfil “. “ kayak tukang tukang “ atau “ norak “.

Beberapa anak muda menjadikan batu ini sebagai bisnis. Andi Nugraha ( 26 ) seorang analisis di sebuah Bank, sering melakukan trade batu batunya jika harganya cocok.
Andi kini menyimpan lima butir batu jenis chalcedony, kecubung, pyernhite nigeria, dan american black star, yang harganya mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 500.000. ”Kalau pandai menjual, bisa untung dua kali lipat,” kata Andi, yang beberapa hari lalu menjual dua batu seharga Rp 350.000. Padahal, dia hanya membeli dengan harga setengahnya.

Sebagaimana dikutip dari ‘ Harian Kompas ‘, seniman Butet Kartaredjasa sudah mengkoleksi batu akik sejak jaman Mahasiswa.
“ Aku merasa lebih keren. Kalau enggak pakai cincin batu rasanya gondal gandul. Kayak enggak pakai celana dalam “

Antropolog Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, PM Laksono, mencermati kecintaan pada batu sejatinya sudah terjadi sejak lama. Tren yang berlangsung akhir-akhir ini, menurut Laksono, hanya karena dampak publikasi dari media. ”Waktu muda, saya bermain bola untuk tim Fakultas Sastra UI. Salah satu pemain dari Papua datang dan memasukkan batu ke kantong saya. ’Supaya kita menang’ katanya. Batu punya daya magis untuk selalu diceritakan,” ujarnya.

Dalam batu ada struktur, ada lapisan, ada uratnya. Garis dan titik dalam batu itu mempunyai daya yang mengusik perhatian. Harga batu akik yang tinggi tak terlepas dari cerita di balik batu tersebut. Detail dalam batu, menurut Laksono, memungkinkan orang membangun cerita. Karena bisa diceritakan, batu jadi memiliki kekuatan.

Kini batu menjadi ajang aktualisasi diri. Sebagaimana adagium dalam social media dimana orang cenderung narsis, maka dalam fenomena batu akik, orang bisa narsis dengan memamerkan tangannya dengan cincin batu. Kalau sudah begini, komedian Srimulat Tessy yang memasang sepuluh jarinya dengan cincin batu akan bilang, ‘” Jadi dulu siapa yang meledek akyuu ? “

( Photo : Remmy Silado – Kompas )

Leave a Reply

Your email address will not be published.