Bandros, Kue Sabang Sampai Merauke

IMG_20150218_085851

Salah satu jajanan kue tradisional khas Bandung adalah bandros.Kue yang bahan dasarnya dari santan, parutan kelapa, dan tepung beras ini mempunyai rasa gurih legit kelapa,dengan pinggiran kuenya agak-agak gosong renyah gurih dan tengahnya terasa lembut di lidah. Bandros yang enak adalah yang pinggirnya agak gosong renyah, tapi dalamnya masih lembut dengan sensasi kres-kres dari parutan kelapa segar.  Kalau rasa aslinya diperoleh dari gurih kelapa, maka sekarang ini bandros mendapat inovasi rasa, ada bandros rasa keju, rasa coklat, dan lain-lain, demi memenuhi selera jaman.

Ternyata kue ini tak eksklusif hanya ada di Bandung. Penulis sempat melakukan survey kecil-kecilan, kue ini banyak ditemui di berbagai daerah. Di Jakarta kue ini dikenal sebagai kue pancong. Di Semarang disebut gandos, di Jogja dan Jawa Timur disebut kue rangin. Di Tegal dinamai serabi miring. Sedangkan warga Makassar mengenalnya sebagai kue baroncong. Rasanya juga tak terbatas gurih saja, di beberapa tempat kue ini disajikan dengan rasa manis dan ditaburi gula.

Jika masing-masing daerah mengklaim bahwa kue ini asli dari daerahnya, lantas sebenarnya aslinya kue ini berasal dari mana? Cukup sulit melacak jejaknya, karena masing-masing daerah mengaku kue ini merupakan jajanan tradisional setempat. Tetapi dengan menyebarnya kue ini di berbagai daerah dengan berbagai nama yang berbeda membuktikan bahwa pertukaran budaya sudah terjadi sejak dulu kala terutama lewat kuliner. Mungkin saja yang memperkenalkan kue tersebut adalah etnis China, karena dari berbagai suku dan etnis yang tersebar di Indonesia, etnis Cina merupakan etnis yang paling banyak tersebar di mana-mana dan dikenal sebagai bangsa merantau. Tentu saja ini baru berupa dugaan, siapa tahu setelah ini ada ahli antropolog yang tertarik menyelidiki lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.