Mangut gabus asal Dusun Mangir

Jkt banjir5Perjalanan kali ini menuju selatan kota Jogjakarta, ke arah Bantul. Tepatnya Rumah Makan Legokan Ngancar yang terletak di Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kabupaten Bantul.

Sesuai namanya, RM Legokan Ngancar yang dikelola suami istri Basri (62) dan Surat (53), berlokasi di legokan (lembah) dekat tempuran Ngancar. Kenapa disebut tempuran Ngancar, adalah pertemuan dua sungai yaitu Bedog dan Progo.
Di dalam budaya Jawa, tempuran dua aliran sungai itu identik dengan hal-hal mistis. Begitu juga dengan tempuran Ngancar ini, karena konon Ki Ageng Mangir sering bertapa di sini.

Mangir, nama dusun di tepi muara itu, menyeret ingatan tentang nama besar Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Mangir adalah dusun kecil yang ada jauh sebelum berdirinya Mataram dan tak pernah tunduk kepada Kerajaan Pajang. Ketika Panembahan Senopati mendirikan Kerajaan Mataram pada 1556, Dusun Mangir juga tak tunduk kepada kerajaan baru yang beribu kota di Kotagede, Yogyakarta, itu.

Ki Ageng Mangir, generasi ketiga dari pemimpin perdikan Mangir, menginginkan orang Mangir menjaga martabatnya sebagai orang merdeka. Ki Ageng Mangir menolak menyembah manusia lain karena meyakini tiap manusia sederajat di hadapan Sang Pencipta.

Begitu kontroversial pemikiran Ki Ageng Mangir, hingga kadang orang Mangir dilekati cibiran sebagai ”para pembangkang”. Meski selalu mempercakapkannya dengan rendah hati dan hati-hati, orang Mangir jelas membanggakan sejarah perdikan Mangir dan Ki Ageng Mangir.

Menurut pemilk rumah makan itu, Resep masakan semuanya merupakan resep turun temurun yang biasa dilakukan di rumahnya. Menurut Basri, Ikan gabus pilihan terbaik. Ikan gabus (Channa striata) yang lebih njawani disebut sebagai ikan kuthuk. Ikan ini tergolong ikan langka yang sulit dibudidayakan dan cenderung hidup bebas di alam liar. Namun, ikan gabus punya tekstur daging yang lebih lembut, juga rasa yang lebih gurih, benar-benar lezat disantap bersama nasi hangat.

Bahkan tanpa imbuhan rasa seperti sambal atau sayur sekalipun. Pilihan bisa di goreng atau di mangut, yakni cara masakan ikan gabus dengan santan yang gurih dan sedikit pedas itu.

Jkt banjir5Mangut Gabus sesungguhnya menu yang paling diandalkan. Sepiring santan mangut kekuningan, dengan aroma kencur yang menyegarkan, membalur kuyup ikan gabusnya. Santan mangut itu sungguh segar, meresap di daging lembut ikan gabusnya. Di kuah santannya, rasa kencur yang menyegarkan berpadu dengan aroma cabai dan sedikit rasa manis.
Rasanya sungguh luar biasa di lidah. Kita bisa memesan dengan cara nego, dengan porsi hemat. Misalnya saja tiga ekor ikan gabus di atas diolah jadi mangut (kepalanya) dan digoreng (ekornya).

Sayur lompong juga istimewa dan wajib dipesan pengunjung pertama rumah makan ini. Rasanya sedikit manis, juga sedikit pedas, ”daging” batang daun lompongnya kenyal dan segar. Bolehlah tangan menjumput ikan wader—”teri” ikan air tawar yang gurih—mencocolkannya ke semangkuk sambal bawang.

Pasangan suami istri ini juga menawarkan udang goreng , wader goreng serta beraneka ragam sambal, dan tentu yang paling special adalah sambal belut.
Sambal belut racikan Surat terasa pas, karena Surat piawai mengolah belutnya agar tak terasa liat. Bumbu cabainya, dengan rasa pedas yang sedikit menyentak, berpadu dengan aroma kencur. Ini jadi pasaangan sempurna untuk menikmati nasi hangat berkuah mangut.

Jadi silahkan mengeksplorasi kuliner ikan liar di Dusun Mangir. Bagi yang ingin memastikan bahwa rumah makan itu buka. Bisa menghubungi nomor Handphone pemilik Rumah Makan : 0812 289 422 88, 0877 387 966 24, dan0878 384 122 98

Sebagaimana dikutip dari ARYO WISANGGENI G ( Kompas ) dan http://jogja.mblusuk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.