Ibu Masa Kini Lebih Rentan Stress Karena Hal-hal Ini

Menjadi ibu masa kini bisa jadi lebih menantang dibanding generasi orang tua kita. Hal tersebut terlihat dari survey yang diadakan BabyCenter dan Interactive Advertising Bureau bulan Februari 2015. Survey tersebut sebenarnya untuk meneliti perilaku online pada kaum ibu dan membandingkan perilaku gadget di beberapa negara (Amerika, Cina, Inggris, Brazil dan Kanada).

Hasil riset tersebut menyatakan beberapa hal yang cukup menarik, beberapa diantaranya yaitu:
– Tuntutan menjadi ibu di masa sekarang lebih berat, menurut responden. Salah satunya adalah, lebih banyak yang harus dilakukan dibanding sebelumnya. Akibatnya waktu untuk dirinya sendiri semakin berkurang. Selain itu lebih banyak ibu masa kini yang menjalani peran ganda sebagai wanita karier dibanding orang tua mereka.
– Begitu menjadi ibu, prioritas berubah. Jika dulu sewaktu lajang/belum punya anak maka kegiatan seperti kumpul-kumpul, kopdar, belanja untuk diri sendiri termasuk sepatu dan baju, karir menjadi prioritas, maka ketika bayi lahir, menjadi prioritas kesekian. Nomer satu adalah anak, lalu relasi dengan pasangan, waktu yang dihabiskan dengan keluarga, finansial keluarga dan kesehatan.
– Ibu-ibu masa kini lebih banyak menghabiskan waktu berinternet dengan handphone (khususnya smartphone) dibanding gadget lain. Kalau dipikir-pikir memang masuk akal, karena smartphone lebih handy dan fleksibel saat mengasuh anak daripada tablet apalagi laptop. Smartphone bisa dibuka sembari menyusui atau menemani anak bermain. Maka banyak ibu-ibu masa kini yang membuka social media,  belanja di situs olshop hingga sharing di forum parenting dari smartphone.
– Kebiasaan memakai smartphone juga berpengaruh dengan perilaku belanja, apalagi ketika anak masih bayi. Banyak ibu yang belanja online dari smartphone dibanding belanja di toko, apalagi mengingat kerepotan membawa bayi, bayi masih terlalu kecil untuk dibawa belanja, lebih praktis, dsb. Mereka juga jadi jarang memperhatikan iklan di televisi atau majalah dan lebih ngeh dengan tawaran/iklan di situs maya.
Selain itu pressure yang dirasakan oleh ibu masa kini semakin berat dengan maraknya social media. Jika dulu pressure berupa omongan keluarga dan tetangga, sekarang ditambah dengan komentar dan postingan status di facebook, path, instagram, twitter dan sebagainya. Tuntutan menjadi ibu yang sempurna semakin besar, tetapi di sisi lain cyberbully juga makin sering terutama jika ada perilaku yang dinilai tidak berlaku sesuai norma kelompok (misal tidak ASI eksklusif).
Tidak heran jika menurut para ibu masa kini, parenting menjadi lebih kompetitif dibanding beberapa tahun lalu. Posting foto anak-anaknya dan share status apa saja yang sudah dilakukan anaknya, membuat orang tua jadi banding-bandingin, akibatnya rentan stress. Tuntutan jaman sekarang ke ibu modern masa kini adalah menjadi ibu yang sempurna, yaitu smart, bisa mencari uang, tetap mengasuh dan bermain bersama anak, rumah terurus, memasak sendiri untuk anak dan keluarga dengan bahan organik, tampil cantik, fit dan modis. Menariknya, citra ibu ideal tersebut lebih tinggi pada ibu rumah tangga daripada wanita karier.
Nah, sekarang bisa memahami kan mengapa ibu rumah tangga lebih gampang stress dibanding ibu yang berperan ganda sebagai wanita karir? Karena ternyata dibayang-bayangi oleh citra sempurna, menjadi mahmud macam Dian Sastro.

Leave a Reply

Your email address will not be published.