Kini giliran Demokrat ?

Perseteruan antara dua kubu di partai beringin pun terus berlanjut. Konflik yang terjadi di internal PPP dan Golkar pun membuat elite di Partai Demokrat khawatir. Apalagi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bakal menggelar kongres pemilihan ketua umum pada pertengahan bulan Mei 2015.
Pasalnya, ada kekuatiran bawa kemungkinan Demokrat bisa diintervensi oleh pihak eksternal agar terpecah belah seperti Golkar dan PPP.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengaku pihaknya telah mewaspadai oknum-oknum yang ingin memecah belah Demokrat.

“Kita yakini banyak orang tahu dari Demokrat seluruh pemegang hak suara masih inginkan Pak SBY jadi ketum. Anggota Demokrat juga masih menghormati Pak SBY,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan politikus Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika. Dia menduga mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin tengah menjalankan skenario untuk memecah belah Demokrat jelang kongres. Salah satu contohnya adalah soal tudingan Nazaruddin bahwa klan Cikeas terlibat dalam sejumlah proyek pemerintah. Lebih jauh ia menuduh Nazarudin sedang dikendalikan pihak luar partai Demokrat.

Menurut anggota DPD itu, ada kelompok lain yang bakal manfaatkan ‘nyanyian’ Nazaruddin untuk memecah belah Partai Demokrat, dengan tujuan mendegradasi Partai Demokrat. Apalagi Forum Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat telah menunjukkan sikap penolakannya kepada SBY untuk maju sebagai ketua umum lagi.

Loyalis Anas Urbaningrum ini berharap seluruh kader dan pengurus Partai Demokrat waspada dengan berbagai manuver menjelang kongres. Sebab, bukan tidak mungkin, Demokrat akan bernasib sama dengan Golkar dan PPP.

“Kalau masih ada ego dan menimbulkan perpecahan, maka itu sangat mudah dimasuki oleh kelompok yang ada di belakang Nazaruddin. Kekecewaan yang mengkristal mudah di masuki dan partai Demokrat bisa lebih parah dari Golkar. Kader demokrat harus bersatu dan sehingga tidak mudah dimasuki oleh kelompok lain yang ingin menghancurkan Partai Demokrat,” pungkasnya.

Pertanyaannya. Apakah benar Pemerintah, berkepentingan sehingga sedemikian rupa punya skenario untuk menghancurkan partai partai yang dianggap tidak sejalan ? Ini tentu perlu dibuktikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.