Tahu Guling Khas Jogja

IMG_20150322_161303Wisatawan yang ke Jogja, jika mencari kuliner khas Jogja biasanya gudeg. Padahal ada menu lain khas Jogja selain gudeg lho, misal brongkos, mangut lele, jadah tempe, oseng mercon dan tahu guling. Yang terakhir ini masih belum familiar di kalangan wisatawan, padahal citarasanya sangat segar, cocok disantap untuk makan siang. Tahu guling berbeda sekali dengan kambing guling walau sama-sama pakai guling. Tahu guling disajikan dengan kuah berwarna kecoklatan hasil dari bumbu gula jawa dan kecap dengan cita rasa bawang yang cukup kuat. Isinya tentu saja ada tahu sebagai primadona, digoreng menul-menul gurih atau dibacem (versi tahu guling asli), irisan kubis, kecambah, kacang goreng, bakwan, dan ditaburi seledri yang membuat aroma makin legit.

Tahu guling khas Jogja memang agak mirip dengan kupat tahu khas Blabag/Magelang. Sama-sama menggunakan tahu, kuahnya memakai bumbu kecap, gula jawa dan aroma bawang putih yang cukup kuat. Sekarang ini agak sulit menemukan perbedaan kupat tahu dan tahu guling, selain itu lebih mudah menjumpai kupat tahu daripada tahu guling di seantero Jogja. Salah satu warung tahu guling yang masih bertahan adalah yang bertempat di perempatan SGM Jln Kusumanegara – Jl. Veteran. Konon asal nama tahu guling karena ketika disajikan, tahunya menggembung seperti guling, karena dipotong-potong dulu baru digoreng. Selain itu tahu guling aslinya menggunakan tahu bacem dan ditambah tempe bacem. Sedangkan kupat tahu Magelang memakai tahu yang dibumbui garam dan digoreng utuh baru dipotong-potong. Ada teori mengapa tahu guling sekarang sulit ditemui di Jogja dan lebih dikenal kupat tahu, karena penjual dari Magelang dan Klaten masuk Jogja dan mereka menyebut dagangannya kupat tahu. Kebetulan Solo (dekat Klaten) juga mempunyai hidangan kupat tahu.
Selain itu ada beberapa versi penyajian tahu guling, ada yang memakai bakwan, tempe goreng, kerupuk, hingga telur ceplok atau telor dadar. Kubisnya sendiri ada yang digoreng dulu sehingga lebih manis, ada yang disajikan mentah sehingga lebih kres-kres. Bumbu untuk kuahnya pun bermacam-macam versi, ada yang bercita rasa manis, ada yang bercita rasa lebih segar karena khas aroma daun jeruk dan kencur yang diuleg dan dicolok sedikit cuka. Ada yang memakai kacang tanah digoreng dan diuleg kasar, ada yang tidak dan lebih berminyak/gurih. Yang jelas semuanya mengandung aroma dan rasa bawang putih cukup kuat.
Jika Anda tertarik mencicipi tahu guling, selain di perempatan SGM Anda juga bisa mencoba di selatan kantor DPU Bumijo dan barat Mirota Godean, selatan jalan. Menu ini paling pas dikonsumsi siang hari, apalagi pas cuaca panas. Rasanya sungguh segar dan kenyangnya gak bikin begah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.