Vonis Mati Dengan Tes DNA 2,5 Juta

Berita Angelina Jolie operasi mengangkat ovarium dan tuba falopi sungguh mengejutkan. Beberapa waktu lalu ia juga diberitakan menjalani operasi pengangkatan payudara. Alasannya karena ia didiagnosa beresiko tinggi terhadap kanker payudara, sehingga ia berniat menghilangkan resiko tersebut dengan menghilangkan payudaranya sekalian. Begitu pula alasan Jolie mengangkat bagian dari rahimnya adalah karena ia beresiko tinggi terhadap kanker ovarium. Diagnosis tersebut didapatkan ketika DNA-nya dipetakan untuk mendapatkan apakah ada gen yang beresiko tinggi mengalami mutasi dan menjadi kanker. Hasil mapping DNA tersebut menyatakan bahwa ada gen BRCA1 yang bermutasi sehingga resiko terkena kanker sangat besar.

Sekarang ini kita bisa melakukan tes DNA untuk mempetakan gen kita dan mengetahui informasi terkait leluhur kita dari ras apa saja, mengapa mata kita berwarna coklat sementara ortu hitam, hingga resiko penyakit. Cukup dengan sampel air liur kita dan biayanya cukup 2,5 juta rupiah saja. Dengan tes DNA tersebut, kita bisa mengetahui seberapa tinggi resiko kita terhadap penyakit kanker, parkinson, alzheimer dll, apakah gen kita mengandung gen-gen pembawa penyakit tersebut. Memang seperti menunggu vonis hukuman mati. Beberapa selebritis sudah melakukannya seperti Angelina Jolie. Didorong kesadaran bahwa ibundanya meninggal karena kanker ovarium, ia pun melakukan tes DNA tersebut dan ternyata hasilnya positif. Jolie tidak ingin anak-anaknya terpaksa menjadi yatim akibat dirinya terkena kanker, sehingga ia memutuskan langkah yang cukup ekstrim tersebut.
Kemajuan ilmu pengetahuan juga membuat kita bisa tahu lebih dini, apakah kita positif kanker endometriosis dari pembalut/pantyliner. Caranya mirip dengan tes DNA di atas, yaitu dengan menggunakan sampel cairan vagina. Pertanyaannya adalah, siapkah kita dengan hasil tes tersebut? Jika hasilnya menyatakan positif, lalu bagaimana? Apakah kita termasuk tipe yang lebih baik tidak tahu atau mending tahu dari awal? Kalau Jolie memilih langkah drastis untuk menghentikan kankernya, Daisy Goodwin novelis dari Inggris memilih untuk menjalani gaya hidup sehat (stop alkohol sama sekali, diet makanan berserat dan kaya anti oksidan dan olahraga) untuk mengurangi resiko alzheimernya sembari berharap 10-20 tahun dari sekarang akan ada kemajuan dalam pengobatan alzheimer.

Leave a Reply

Your email address will not be published.