perempuan lebih gampang kena depresi dan bagaimana berhadapan dengan penderita depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental cukup serius tetapi masih dipandang remeh di Indonesia. Depresi sangat umum dan dapat dialami siapa saja. Setiap orang pasti pernah mengalami depresi, disadari atau tidak, minimal sekali dalam hidupnya. Taraf depresi yang dialami bisa depresi ringan hingga berat. Bila depresi dialami oleh orang-orang dengan kepribadian rentan, maka tingkat depresinya bisa lebih berat. Bila tidak ditangani dengan baik dapat berbahaya, karena depresi berat bisa berujung pada tindakan yang merusak diri sendiri atau malah bunuh diri.

Perempuan lebih rentan terhadap depresi karena setiap bulan perempuan mengalami perubahan hormon. Keadaan hormon yang kurang stabil, misal di masa menstruasi, hamil atau melahirkan ini dapat memperparah depresi. Walau begitu depresi tidak boleh dianggap ringan dan menunggu hormon kembali stabil, karena bila tidak mendapat dukungan sekitar maka perasaan down tersebut bisa berlarut-larut.
Yang bisa kita lakukan untuk membantu penderita depresi adalah pertama-tama hapus stigma tentang depresi. Depresi bukan sekadar perubahan mood, hormon tak stabil, PMS atau kurang tangguh. Kedua, mendampingi penderita depresi perlu kesabaran tingkat tinggi, karena salah satu gejala penderita depresi adalah menolak bantuan yang ditawarkan dan menunjukkan sikap permusuhan sebagai bentuk pertahanan diri. Mengapa penderita depresi sampai membangun tembok kokoh dan tinggi menutup diri dari orang-orang yang peduli atau menolak ditolong, sebabnya bermacam-macam. Mungkin takut dihakimi lemah dan sebab-sebab lain yang kita tidak ketahui. Yang jelas ada trik-trik khusus jika mendekati penderita depresi, tujuannya adalah untuk memberi tahu bahwa mereka tidak sendirian.
1. Jangan dekati dengan nasehat atau saran. Tanyakan, ada yang bisa kita lakukan untuknya atau tidak.
2. Bila ia menolak dan menyuruh kita menjauh darinya, jangan keras kepala untuk terus nempel. Amati saja dari jauh, setelah beberapa lama bisa tanyakan lagi kabarnya dan apakah ia butuh teman ngobrol.
3. Bila ia bercerita ada pikiran untuk bunuh diri, jangan dianggap angin lalu. Awasi keadaannya dan beritahukan keluarga terdekat untuk memberi dukungan.
4. Suami sangat berperan dalam pemulihan depresi, terutama pada depresi pasca melahirkan. Suami yang mendukung penuh istrinya dengan membantu perawatan bayi, tidak meremehkan mood swing istri, memberi pujian dan penghargaan, dapat membantu istri pulih dari baby blues lebih cepat daripada yang tidak. Suami yang menyepelekan baby blues dan tidak membantu istri merawat bayi, maka baby blues dapat berkembang menjadi depresi yang bisa membahayakan ibu dan bayinya.
5.  Terima diri mereka apa adanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.