Megawati: Kontemplasi Kepemimpinan Fundamental dan Cita Cita Besar Bangsa Indonesia

Cita Cita Besar Indonesia

Cita Cita Besar Indonesia

Sanur, 10 April 2015 – Pidato politik Megawati pada Kongres IV PDI Perjuangan di Denpasar kali ini sarat dengan pesan dan dinilai sangat inspiratif. PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu mengambil sikap politik sebagai partai pendukung pemerintahan. Komitmen akan ideologi yg berpangkal pada kepemimpinan Trisakti. Kekuatan pada Pemerintahan yang berdaulat, Berdiri diatas kaki sendiri, serta berkepribadian dalam berbudaya. Tiga pilar ini adalah sebuah konsepsi mutlak yang menjadi fondasi dalam setiap langkah pengambilan keputusan.

Kunci dalam keberhasilan yang dicapai saat ini adalah sebuah kesabaran revolusioner yang mana rakyat tidak hanya berdiam diri namun teruk bergerak dan bergerak sampai mencapai tujuan yang diinginkan. Megawati menekankan, politik harus dilandasi dengan kejujuran. “Berpolitiklah dengan keyakinan, kejujuran, penuh idelisme dan memegang teguh prinsip pengabdian. Dengan ini kader akan memiliki kesabaran revolusioner” pesan Megawati dalam pidatonya.

“Aku Melihat indonesia” dipilih sebagai tema Kongres PDI Perjuangan karena ini adalah sebuah cara pandang Indonesia dalam kesemestaan dengan dunia Internasional.Inilah landasan kemerdekaan Indonesia yang berprinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, Perikemanusiaan, Kebangsaan, musyawarah mufakat dan prinsip kesejahteraan. Ini adalah cara pandang terbaik untuk kembali pada cita cita kemerdekaan bangsa.

Memaknai Indonesia yang berjaya mewarnai dunia Internasional dengan gagasan visioner dari Bapak Pendiri Bangsa Ir Soekarno. Keberanian menjadi inisiator Konferensi Asia Afrika yang menghasilakan kesepakatan Dasasila Bandung. Serta memerangi kedigdayaan dua blok penguasa dunia Blok Barat dan Blok Timur. Panggalan sejarah yang sangat monumental ini harus diulangi dengan menggelorakan kembali kepemimpinan indonesia di dunia internasional. Bangsa ini pernah mengukir sejarah gemilang dan membuat tatanan dunia baru.

Dasar kepemimpinan yang harus menyatu dg rakyat dan setia pada konstitusi adalah hal yang bersifat mutlak. Seluruh keputusan yang diambil, dan tindakan yang dilakukan harus dilakukan dengan tulus iklas tanpa memperhitungkan balasan apapun. Sifat kepemimpinan seperti ini akan muncul jika pemimpinnya memahani sejarah, siapa rakyatnya dan memahami asal usulnya. Cerita kepeloporan sejarah adalah bukti ditangan pemimpin yang sudah menjalani revolusi mental membuat bangsa indonesia menjadi bangsa yang disegani.

Revolusi mental menghasilkan jiwa yang hidup, disiplin, penuh percaya diri dan unggul secara kualitas kehidupan. Membangun manusia yang berwawasan luas dan percaya penuh pada pemimpin yang mampu menjadi jembaatan dan penyambung lidah rakyat. Seluruh sumber daya alam yang melimpah ruah ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat berdiri diatas kaki sendiri. Berdikari bukan hanya tujuan, namun sebuah prinsip dan cara untuk mencapai tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.