Dibalik gemerlap dunia hiburan Jakarta

prostitusiKisah RA (30), pria penata rias yang diduga mucikari, dan AA (22), pekerja seks komersial nan cantik yang diduga artis film, masih hangat dibicarakan orang di negeri ini. Hingga kini, polisi masih menyelidiki RA yang telah ditetapkan menjadi tersangka. Bisnis prostitusi melibatkan artis ini terungkap saat RA ditangkap saat hendak mengantar AA menemui kliennya.

Dalam keterangannya saat diperiksa tim Polda Metro Jaya, RA mengakui bekerja sama dengan 200 model, pesinetron, dan bintang iklan, untuk menjalankan bisnis prostitusi. Untuk seorang pekerja seks komersial dari kalangan artis, dia mematok harga puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah.

RA dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP dengan hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan penjara. Dia diduga mengambil keuntungan dari perbuatan cabul.

Terbongkarnya kasus RA dan AA membuka sisi lain dunia hiburan. Kehidupan serba “wah” pekerja dunia hiburan, seperti pemain sinetron, bintang iklan, penyanyi, dan model, nyaris setiap hari disebarkan di media massa ataupun media sosial.

“Saat kehidupan mewah artis disiarkan berulang-ulang, siapa sih yang akhirnya tidak tergiur?” kata Reza (34) dari The Headline Management.

Sejak 2003, lulusan Universitas Trisakti, Jakarta Barat, itu menyalurkan bakat anak muda dari sejumlah daerah untuk menjadi bintang layar kaca. Dari hanya memiliki 3 talent artis, kini Reza bekerja sama dengan 80 talent, termasuk penyanyi Dhea Ananda, model Fahrani, dan Sophia Latjuba.

Bermodalkan wajah menarik dan tubuh proporsional, orang dari berbagai pelosok Tanah Air datang ke Jakarta. Kerap mereka mengadu nasib tanpa kemampuan seni peran ataupun model memadai. Manajemen artis pun menginvestasikan sejumlah dana untuk “memoles” mereka.

Investasi itu mulai dari biaya untuk mengikuti kelas peran, perawatan kecantikan, kebutuhan make-up, dan pakaian. Membutuhkan 2-3 tahun agar investasi itu membuahkan hasil. Investasi bisa menguap saat si artis tertimpa gosip miring, seperti kasus narkoba atau perselingkuhan.

Pembawa acara televisi dan bintang iklan Cedric Andika Devis (24) pun menyatakan hal sama. “Prostitusi di dunia hiburan seperti rahasia umum,” kata pria berdarah Perancis itu. Sering kali sudah berpanas-panas selama berjam-jam menunggu casting, peran yang diharapkan meleset dari genggaman. Pada akhirnya mereka sadar, hidup tak semudah yang dibayangkan. Mereka yang tidak tahan kembali ke daerah asal atau beralih profesi.

Reza pun tak sepakat apabila dunia keartisan diidentikkan dengan bisnis prostitusi. Menurut dia, banyak bintang yang mendapatkan uang dari bisnis sampingan, seperti kuliner, properti, hingga pengolahan sumber daya alam. Selain itu, banyak artis yang berjiwa sosial. Mereka mengabdikan hidup di pelosok Tanah Air untuk kegiatan kemanusiaan dan konservasi lingkungan hidup. Menjadi baik atau buruk memang sebatas pilihan setiap individu.

( DENTY PIAWAI NASTITIE – Kompas )

Leave a Reply

Your email address will not be published.