Mengapa Perempuan Lebih Sering Belanja Pakaian Dalam, Hal Yang Sulit Dipahami Kaum Pria

Kaum lelaki rata-rata mengerti bahwa perempuan suka belanja. Kaum lelaki juga mengerti bahwa rata-rata perempuan mempunyai pakaian dalam (bra dan celana dalam) lebih banyak dari lelaki. Tapi sedikit sekali pria yang memahami mengapa perempuan lebih sering belanja bra dan celana dalam, sementara di rumah sudah punya lebih dari setengah lusin. Misal diminta menemani kegiatan shopping, paling banter pemahaman kaum laki adalah, “ah dasar perempuan, memang begitu dari sononya.”

Mengapa rata-rata perempuan ‘keranjingan’ belanja pakaian dalam dan “terobsesi” punya banyak bra, hal tersebut memang wujud respon situasi yang bersifat biologis. Bentuk tubuh termasuk ukuran payudara perempuan berubah, itu adalah keniscyaan dan pasti terjadi. Sementara lelaki berubah bentuk tubuhnya karena urusan lemak dan perubahannya tidak sesering yang dialami perempuan, perubahan bentuk tubuh perempuan selain urusan lemak juga urusan hormonal. Misal perubahan ukuran payudara, perut, panggul/pinggul.
Perubahan ukuran payudara perempuan disebabkan oleh hal-hal besar berikut:
1. Pubertas
Ketika perempuan mengalami masa akil balig, minimal dua kali perempuan memakai bra yang berbeda. Pertama ketika payudara mulai tumbuh, biasanya memakai miniset/bra untuk pra remaja. Seiring waktu maka payudara akan tumbuh dan mulai mengenakan bra dengan ukuran yang lazim digunakan, seperti ukuran 32 (ukuran lingkar dada/underbust) dan cup A (ukuran besar/kecilnya payudara). Jadi tidak mungkin seorang perempuan tiba-tiba langsung ukuran payudaranya 34B, butuh waktu beberapa tahun terhitung sejak pra menstruasi.
2. Hamil
Selama masa hamil 9 bulan, payudara mengalami beberapa perubahan ukuran. Trimester pertama biasanya masih bisa mengenakan bra dengan size lama. Tapi menjelang masuk trimester kedua biasanya sudah terasa sesak dan butuh ukuran baru. Masuk trimester ketiga, ukuran payudara bisa berubah hingga 2 nomer dan cup lebih besar. Misal jika sebelum hamil ukuran bra adalah 34B maka ketika hamil bisa berubah menjadi 36B dan di trimester ketiga bisa menjadi 38C/D. Masih memaksakan diri memakai bra ukuran lama? Kasihani payudara yang kelak menjadi sumber penghidupan bayi dong.
3. Menyusui
Jika selama hamil bentuk payudara bisa berubah cukup drastis, ternyata semasa menyusui bentuk payudara masih bisa berubah. Awal-awal menyusui sampai dengan 6 bulan (periode ASI eksklusif), ukuran payudara bisa jadi paling besar seumur hidup, bisa nambah 2-3 ukuran dibanding masa sebelum hamil. Selain itu, kegiatan menyusui paling nyaman memakai bra khusus menyusui. Bra menyusui berbeda dengan bra biasa, yaitu cup-nya biasanya bisa dibuka untuk memudahkan bayi menyusu tanpa harus membuka kancing bra.  Bahannya pun sebaiknya cari yang adem dan menyerap keringat karena kegiatan menyusui merupakan kegiatan yang cukup membakar kalori (terutama di awal-awal) dan sangat berkeringat. Sayangnya bra menyusui yang bentuknya cantik dan bahannya nyaman harganya relatif mahal dibanding bra biasa. Setelah lewat 6 bulan, ukuran payudara agak menyusut tapi belum sepenuhnya kembali ke bentuk semula. Jadi coba dihitung, sampai peride ini sudah berapa kali perubahan yang terjadi.
4. Pasca menyusui dan menopause
Lagi-lagi ukuran payudara berubah lagi. Karena itu paling pas membeli bra adalah dengan mencoba langsung, jangan terpaku dengan ukuran payudara. Jangan pula beranggapan bahwa ukuran payudara selamanya sama. Ingat, payudara adalah aset, tak cuma untuk daya tarik dan penampilan tapi juga kesehatan. Bra yang nyaman tentu saja menunjang penampilan dan enak pula dipakai.
Disini lelaki seharusnya memahami dan mensupport perempuan. Pengagum payudara adalah pria, maka sudah seharusnya pria memahami perilaku wanita terkait pakaian dalam. Jangan cuma heran, mengolok-olok pasangan yang kepergok beli bra lagi, tetapi di sisi lain (diam-diam) mengagumi/terangsang bentuk payudara perempuan lain. Adillah sejak dalam pikiran, termasuk dalam hal payudara.
Tagged with

Leave a Reply

Your email address will not be published.